Guru Honorer, Kader Posyandu, Guru Ngaji, Pikirkan Nasib Mereka!

Guru Honorer, Kader Posyandu, Guru Ngaji, Pikirkan Nasib Mereka!
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Anggota Komisi IV DPRD Endah Purwanti meminta Pemerintah Kota Bogor jangan menunda intensif guru ngaji, dana revitalisasi kader posyandu, dan memikirkan nasib guru honorer di Kota Bogor. 

Hal itu dilakukan agar mereka sebagai garda terdepan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, bisa lebih tenang untuk tinggal di rumah dan mengikuti imbauan pemerintah.

“Melihat kondisi sosial masyarakat, saya meminta Pemkot Bogor mencairkan anggaran untuk beberapa hal, yang dirasa penting. Yang pertama adalah insentif untuk guru ngaji yang besarnya Rp100 ribu perbulan dan biasanya dicairkan per enam bulan, bisa di cairkan di awal Mei 2020 ini,” ungkap Endah kepada INILAH, Senin (20/4).

Endah melanjutkan, yang kedua adalah dana revitalisasi kader posyandu dengan besarannya Rp50 ribu perkader perbulan, agar segera dicairkan juga. Selain itu untuk dana lain dalam hal kesehatan yang sifatnya insentif.

 “Contohnya kegiatan pendataan BPJS verifikasi perubahan bagi data meninggal atau pindah dilakukan bulan Januari,” tambahnya.

Masih kata Endah, hal ketiga ialah memperhatikan guru-guru honor, baik di sekolah negeri maupun swasta. Jangan sampai mereka kehilangan pendapatan karena bekerja dari rumah (BdR). Demikian juga guru-guru PAUD ataupun TPQ agar bisa menerima kartu prakerja sebagai ganti penghasilannya yang hilang karena Paud dan TPQ tidak ada kegiatan.

“Ini dilakukan agar bisa membuat ustaz, kader posyandu dan para guru lebih tenang serta tetap tinggal di rumah,” terang Endah.

Endah menjelaskan, dirinya juga meminta secara khusus kepada Kepala Dinkes Kota Sri Nowo Retno, agar tidak menunda pencarian dana honor kader posyandu. Karena ada edaran via media sosial (WhastApp) yang disampaikan salah satu kepala Puskesmas di Kota Bogor kepada kader posyandu, mengenai penundaan pencairan dana honor kader posyandu yang besarannya Rp250 ribu perposyandu. (rizki mauludi/ing)