Berhari-hari Isolasi Mandiri, Pasien Positif Covid-19 di Garut Pindah ke RSUD

Berhari-hari Isolasi Mandiri, Pasien Positif Covid-19 di Garut Pindah ke RSUD
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Setelah berhari-hari menjalani isolasi mandiri di rumahnya dalam upaya memulihkan kondisi kesehatan sekaligus mencegah penularan pada orang lain, seorang pasien perempuan terkonfirmasi positif Covid-19 warga Kecamatan Garut Kota kini memutuskan dirawat di ruang isolasi khusus RSU dr Slamet Garut, Senin (20/4/2020).

Tak diketahui pasti asalan pasien tersebut memilih melanjutkan pemulihan kesehatannya di rumah sakit. Secara kasat mata, kondisi kesehatannya membaik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat pun memastikan pasien berprofesi tenaga medis tersebut berpindah dirawat di rumah sakit bukan karena kondisinya memburuk.

"Kondisi fisiknya sehat. Mungkin supaya lebih cepat sehat. Obat-obatan tentunya lebih lengkap di rumah sakit," kata Ricky.

Secara keseluruhan, jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri hingga saat ini masih tiga kasus. Dua pasien lainnya lelaki asal Kecamatan Wanaraja, dan asal Kecamatan Selaawi masih dirawat di RSU Garut.

Selain pasien positif Covid-19, terdapat pula PDP yang kini tinggal dua orang dirawat di RSU Garut. Selebihnya sebanyak 33 PDP dinyatakan sudah selesai masa pengawasannya dengan sebanyak 6 orang di antaranya meninggal dunia. Keenam PDP itu pun dinyatakan meninggal akibat penyakit lain, bukan karena terjangkit Covid-19.

Berkenaan seorang warga meninggal dunia memiliki kontak riwayat dari daerah zona merah tepatnya Bandung dan dimakamkan di Kecamatan Sukaresmi, Ricky memastikan warga tersebut meninggal bukan karena Covid-19 melainkan karena mengalami gangguan jantung.

Akan tetapi karena ada riwayat perjalanan dari daerah zona merah maka proses pemakaman jenazah lelaki berusia 45 tahun berprofesi sebagai buruh itu dilaksanakan berdasarkan protokol tetap kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.(zainulmukhtar)