PSBB Kota Bandung, Warga Diimbau Tak Tegang tapi Tetap Disiplin

PSBB Kota Bandung, Warga Diimbau Tak Tegang tapi Tetap Disiplin
Foto: Syamsuddin Nasoetion.

INILAH, Bandung - Ketua Umum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Oded M Danial kembali meminta warga untuk disiplin melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, Disiplin merupakan kata kunci keberhasilan PSBB memutus mata ranta virus corona.

Guna memastikan kedisiplinan, Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung menyiapkan 19 titik pemeriksaan di sejumlah wilayah perbatasan dan pusat kota. 

“Akan ada titik-titik posko gabungan TNI Polri dan Satpol PP Kota Bandung. Termasuk adanya ambulans di titik posko,” kata Oded di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Senin (20/4/2020).

Menurut dia, sekalipun akan ada sanksi secara individu kepada masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB, hal tersebut lebih menekankan pada sanksi administratif dan bersifat edukasi. Untuk hal ini pihaknya sudah bekerja sama dengan Polrestabes Bandung menyiapkan berupa pencatatan khusus.

Terkecuali bagi badan hukum atau perusahaan, maka sesuai Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2020 bisa ditindak hingga pencabutan izin usaha atau operasi. 

“Pada dasarnya dalam Perwal kita lebih mengedepankan untuk meningkatkan disiplin masyarakat. Oleh karena itu, sanksi yang ada dari kepolisian akan diberikan blanko pelanggaran dan tercatat di kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menyatakan bahwa pemberlakukan pencatatan kepolisian akan dilakukan apabila tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat masih rendah selama pelaksanaan PSBB.

“Kalau di daerah lain ada blanko pelanggaran moda transportasi. ditambah blanko pelanggaran di tempat umum misalkan ada kerumunan. Bedanya yang satu lalu lintas dan satu lagi non lalu lintas,” kata Ulung.

Dia mengungkapkan, untuk menyukseskan PSBB, Polrestabes Bandung menurunkan sebanyak 1500 personel, kemudian dibantu 65 personel dari Polda Jawa Barat. Petugas gabungan akan ditambah oleh 250 personel TNI dan 160 orang instansi terkait lainnya yang akan tersebar di 19 titik pemeriksaan.

“Nantinya ada tiga zona. Yaitu zona 1 dalam kota ada 10 titik, lalu zona 2 ada 5 titik itu pintu tol, dan zona 3 perbatasan wilayah ada 4 titik,” ucap Kapolrestabes Bandung tersebut.

Ulung mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung atupun pendatang yang hendak beraktivitas ke Kota Bandung tidak perlu panik. Warga hanya perlu disiplin dan mengikuti aturan.

“Tidak perlu takut atau tegang. Laksanakan saja aturan yang ada dan disiplin sehingga penyebaran Covid-19 bisa dicegah,” ujar dia. (yogo triastopo)