Jelang PSBB, 28 Warga Kabupaten Bandung Positif Terpapar Covid-19

Jelang PSBB, 28 Warga Kabupaten Bandung Positif Terpapar Covid-19
Foto: Syamsuddin Nasoetion.

INILAH, Bandung- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan Rabu (22/4/2020) besok. Selama dua pekan kedepan aktivitas pergerakan masyarakat akan dibatasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurahman mengatakan, selama PSBB aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa, namun ada pembatasan terutama di wilayah perbatasan.

"Aktivitas di wilayah Kabupaten Bandung tetap berjalan seperti biasa. Tapi harus mengikuti prosedur dan dianjurkan untuk selalu memakai protokol pencegahan Covid-19 seperti mengenakan masker," kata Yudi, Selasa (21/4/2020).

Pembatasan aktivitas kata Yudi akan dilakukan di wilayah perbatasan. Masyarakat yang hendak dan dari Kabupaten Bandung akan melewati cek poin atau pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan serta dimintai keterangan terkait kepentingan beraktivitas.

"Kalau kepentingannya bekerja, masih diperbolehkan lewat untuk beraktivitas. Kalau hanya aktivitas tidak perlu, tidak diperbolehkan lewat," ujarnya.

Untuk kepentingan kerja pun, lanjut Yudi, orang bersangkutan harus mengantongi surat keterangan tugas dan jadwal kerjanya.

Secara rinci Yudi menyebutkan ativitas yang masih diperbolehkan selama PSBB adalah sektor kesehatan, pangan, energi, keuangan, logistik barang, kebutuhan sehari-hari yang menjadi kebutuhan warga, termasuk jasa pengantaran barang. Pedagang makanan keliling juga termasuk yang diperbolehkan, namun harus menggunakan protokol pencegahan penyebaran covid-19.

"Untuk pedagang keliling, tetap akan diperiksa kesehatan," ujarnya.

Sementara angkutan orang diharuskan menerapkan prosedur physical distancing salah satunya tidak membawa penumpang melebihi 50 persen dari kapasitas kendaraan.

"Untuk warung, pasar dan restoran tetap buka. Hanya untuk restoran atau rumah makan hanya diperbolehkan melayani makanan dan minuman dibawa pulang pembeli," katanya. 

Yudi melanjutkan, hingga Rabu (21/4/2020) ini, jumlah warga yang terjangkit virus corona sebanyak 28 orang. Kemudian kasus aktif 20 orang, sembuh 4 orang meninggal dunia 4 orang. 

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) 1348 orang, dalam pemantauan 220 orang dan selesai pemantauan 1148 orang. Selanjutnya jumlah pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 162 orang, selesai pemantauan 107 orang, positif 28 orang dan yang masih dalam proses sebanyak 27 orang. (rd dani r nugraha).