Muhammadiyah Garut Galakkan Gerakan Lumbung Pangan Covid-19

Muhammadiyah Garut Galakkan Gerakan Lumbung Pangan Covid-19
Ilustrasi (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Sebagai upaya mengatasi kesulitan pangan dihadapi warga akibat kebijakan pembatasan fisik dan sosial terdampak pandemi Covid-19 khususnya selama Ramadan 1441 Hijriah di Kabupaten Garut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut menggalakkan program Gerakan Lumbung Pangan Covid-19.

Program tersebut juga merupakan penguatan program rencana aksi Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), unit khusus Muhammadiyah dalam menghadapi Covid-19 yang bergerak mulai pusat hingga daerah-daerah, sebagai bentuk ta'awun 'alal birri wa attaqwa (saling menolong atas kebaikan dan ketakwaan).

Melalui instruksinya bernomor 04/IJNS/III.0/B/2020 tertanggal 19 April 2020 ditujukan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah sedaerah Garut dan Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah.

Gerakan Lumbung Pangan Covid-19 itu dilakukan melalui pengumpulan bahan pokok pangan dari pimpinan, warga, simpatisan serta jejaring Muhammadiyah yang memiliki kemampuan dengan basis kegiatannya di ranting, masjid, dan sekolah Muhammadiyah.

Bahan pokok yang dihimpun berupa satu kulah beras, dua buah mi instan, satu gelas gula, satu gelas minyak goreng. Bila pengumpulan bahan pangan tersebut berbentuk uang maka besarannya mencapai Rp20 ribu.

Pelaksanaan pembagian sembako tersebut ditargetkan sebanyak tiga kali selama Ramadan dengan siklus pengumpulan dan pendistribusian per dua minggu.

Pada surat instruksi ditandatangani Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut Mohamad Yusup Sapari dan Sekretaris Agus Rahmat Nugraha itu disebutkan, pengumpulan bahan pokok pangan tersebut disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan seribu warga terpapar hingga erlantar.

Yakni, dari kalangan mujahid dakwa terdiri atas sebanyak 120 mubalig-mubalighat dan guru ngaji; kalangan mujahid pendidikan terdiri sebanyak 723 guru dan karyawan honorer, guru madrasah diniyah; dan kalangan mujahid keluarga terdiri sebanyak 167 pedagang di sekolah/madrasah. (zainulmukhtar)