Upaya Purwakarta Antisipasi Covid-19 di Pasar Tradisional

Upaya Purwakarta Antisipasi Covid-19 di Pasar Tradisional
Ilustrasi (net)

INILAH, Purwakarta – Sejumlah pasar tradisional, termasuk fasilitas publik lain yang selama ini jadi simpul kerumunan warga, menjadi perhatian serius jajaran Pemkab Purwakarta di masa tanggap Covid-19 ini.

Salah satu upaya pemerintah, tak lain dengan membantu menyiapkan sejumlah sarana penunjang kebersihan dan kesehatan guna meminimalisasi penyebaran wabah virus mematikan itu. Misalnya, dengan menyiapkan tempat cuci tangan berikut sabun antiseptiknya untuk masyarakat yang berbelanja ke sejumlah pasar tradisional di wilayah itu.

Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUPP) Purwakarta, Karliati Djuanda menuturkan, pemkab melalui dinasnya mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan bantuan sarana kebersihan tersebut. Besarannya, mencapai Rp500 juta.

“Anggaran tersebut, telah dibelanjakan beberapa perlengkapan kebersihan dan telah dibagikan ke seluruh pasar tradisional yang ada,” ujar Karliati kepada INILAH, Selasa (21/4/2020).

Adapun sarana kebersihan dalam bantuan tidak terduga (BTT) kegiatan penanganan Covid-19 di anggaran yang ada dinasnya itu, lanjut Karliati, meliputi pengadaan tong sampah, alat semprot termasuk cairan disinfektannya, hingga alat pelindung diri (APD), semisal sarung tangan, masker, baju parasit, dan sepatu bot.

“Anggaran tersebut, juga termasuk untuk pembuatan fasilitas cuci tangan di seluruh pasar yang ada, termasuk UPTD Keramik dan pasar kuliner. Untuk bantuan ini, sudah didistribusikan ke masing-masing pasar. Dengan bantuan ini, diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang tengah mewabah itu,” jelas dia.

Dia menambahkan, pasar selama ini menjadi simpul kerumunan masyarakat. Atas dasar itu, di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya harus menyiapkan upaya pencegahan. Supaya penyebaran virus corona bisa diantisipasi.

Karena, dia berpendapat, penyebaran virus, termasuk corona bisa dicegah. Salah satunya, dengan membiasakan atau meningkatkan kesadaran mengenai pola hidup bersih dan sehat. Misalnya, dengan menyeringkan cuci tangan di air mengalir dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Selain memberikan bantuan fasilitas kebersihan dan APD, kami juga telah memasang imbauan yang berisi perhatian supaya masyarakat yang datang ke pasar, itu wajib cuci tangan,” jelas dia.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah meminta seluruh perangkat di UPTD masing-masing pasar untuk terus mengampanyekan PHBS, supaya para pedagang pun bisa lebih meningkatkan kebersihan di lingkungan pasar.

“Selain sudah ada tempat cuci tangan, kami juga telah meminta supaya mengintensifkan penyemprotan di seluruh areal pasar. Supaya, tercipta rasa aman bagi pedagang yang ada di pasar maupun pengunjung,” pungkasnya. (asep mulyana)