Anak Cucu Somantri Duduki Posisi Strategis di LIB

Anak Cucu Somantri Duduki Posisi Strategis di LIB


INILAH, Jakarta,- Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri kembali mendapat sorotan dari beberapa pihak. Kali ini, pria yang juga Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini dinilai melakukan kolusi dengan memasukkan anaknya yang bernama Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manajer PT LIB.

Tentu ini hal tidak bagus dalam menentukan kebijakan. Apalagi Cucu juga merangkap jabatan sebagai Waketum PSSI dan Direktur Utama LIB. Amat mungkin Cucu dan anaknya bisa berkolusi saat menahkodai PT LIB.

Pradana Aditya bersekolah di Jurusan Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani, Kota Cimahi. Lalu, ia mengambil lagi kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di universitas yang sama dan Sekolah Tinggi Hukum Swadaya Medan. Pada Pilkada Garut 2018 lalu, ia maju sebagai calon wakil bupati Garut, namun gagal dalam pencalonan karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan KPUD Garut.

Pada Senin (13/4) lalu, Cucu juga membuat blunder dengan menyebut Maaike Ira Puspita bakal naik jabatan menjadi Sekretaris Jenderal PSSI menggantikan Ratu Tisha Destria dikritik banyak pihak. Cucu membuat blunder dengan komentar yang bukan wewenangnya, kini giliran Exco PSSI lainnya yakni Yunus Nusi yang menyayangkan komentar Cucu.

Ketika dikonfirmasi, Ditektur Bisnis PT LIB, Rudy Kangdra mengatakan bahwa anak Cucu Somantri memang benar masuk di PT LIB dan menjabat General Manager.

"Iya betul, yang bersangkutan ada di PT LIB. Ia dimasukkan oleh pak Cucu," kata Rudi.

Cucu terpilih sebagai direktur utama PT LIB saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Januari 2020 di Bali. Ia didampingi Sujarno sebagai direktur operasional, Anthony Chandra direktur keuangan, Rudy Kangdra direktur bisnis, dan Sonhaji sebagai komisaris utama. Selain itu, ada empat nama sebagai komisaris yakni Munafri Arifuddin, Ferry Paulus, Hasani Abdulgani, Endri Erawan, dan Hakim Putratama.

Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 sudah berjalan sejak 29 Februari dan 14 Maret. Namun saat ini, sedang dihentikan karena efek pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Pemilihan Cucu Somantri terlihat dipaksanakan karena teorinya struktur petinggi PT LIB itu harus kuat dan memiliki supremasi. Tapi sekarang kenyataannya seolah-olah "dianeksasi" oleh federasi di mana direkturnya adalah seorang anggota Komite Ekesekutif bahkan Wakil ketua Umum yang dipilih di Kongres PSSI pada 2 November 2019 lalu.