Di Tengah Wabah Corona, Ade Yasin Ketuk Warganya untuk Peduli Kesehatan

Di Tengah Wabah Corona, Ade Yasin Ketuk Warganya untuk Peduli Kesehatan
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sejak (15/4)  lalu. Namun selama enam hari ini masih banyak masyarakat yang belum memenuhi peraturan tersebut.

Dalam rilisnya Rabu (22/4), Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan bahwa masih banyak warga Bumi Tegar Beriman yang keluar rumah tanpa tujuan yang jelas, masih banyak yang lalu-lalang di jalanan, masih banyak yang berkumpul lebih dari lima orang, masih banyak yang tidak menggunakan masker dan lain sebagainya.

Lalu banyak pula yang tidak menggunakan sarung tangan dan membiarkan diri duduk atau berdiri berdempetan dengan penumpang lain, mengabaikan imbauan jaga jarak atau physical distancing ataupun social distancing.

"Saya bertanya-tanya, mengapa masih ada warga masyarakat tidak mematuhi aturan yang ada dalam PSBB? Mengapa masyarakat mengabaikan imbauan pemerintah?," tanya Ade.

Ibu dua orang anak ini menuturkan bahwa semua imbauan pemerintah, semua aturan yang ada dalam PSBB, bukan untuk menyusahkan, melainkan untuk membantu masyarakat agar tidak tertular wabah virus corona (covid 19) yang mematikan.

"Sudah hampir dua bulan virus corona masuk ke Indonesia, yang diawali dua warga di Kota Depok pada Senin (2/3). Lalu sejak saat itu hampir semua media, baik televisi, media online, radio, media cetak, memberitakan bahaya corona. Media sosial juga penuh dengan informasi bahaya corona namun himbauan untuk diam di rumah dan aturan lainnya di PSBB masih saja tidak dilakukan," tuturnya.

Dengan fakta masih ada sebagian masyarakat yang belum mematuhi aturan dalam PSBB, Ade pun bertanda - tanya, mengapa mengabaikan keselamatan diri sendiri?

Ia memaparkan ada ahli mengatakan, ada tiga golongan masyarakat yang tidak patuh PSBB. Pertama, orang yang mengerti bahaya corona, tetapi merasa diri sudah aman dari penularan. Kedua, orang yang tidak tahu apa itu PSBB, apa itu protokol kesehatan. Ketiga, golongan masyarakat yang mengerti bahaya corona, tetapi mengatakan terpaksa keluar rumah untuk mencari nafkah.

"Sah-sah saja semua alasan yang dikemukakan. Tetapi satu hal adalah virus corona adalah virus mematikan. Di luar negeri seperti Amerika Serikat, Italia, dan belakangan viral video yang menggambarkan bagaimana rakyat Ekuador meninggal bergelimpangan karena corona. Belajar dari pengalaman masyarakat di negara maju seperti Amerika, Italia dan lain sebagainya tersebut maka dapat disimpulkan, tidak ada jaminan bagi seseorang tidak tertular virus corona jika tidak tinggal di rumah, tidak menjaga jarak, apalagi tidak menghindari kerumunan," papar Ade.

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini menjelaskan bahwa sekarang banyak orang membicarakan apa yang disebut orang tanpa gejala atau OTG, yakni orang yang tampak sehat tetapi sesunggguhnya sudah tertular wabah virus corona. 

"Fenomena OTG ini semakin meyakinkan, tidak ada jaminan seseorang tidak tertular wabah virus corona jika tidak menjaga atau menjaga keselamatan diri. Terkait alasan keluar rumah karena harus cari nafkah, lebih masuk akal dab erat memang kalau tidak ada pemasukan secara ekonomi. Tetapi siapakah yang tidak merasakan beratnya situasi sekarang ini. Siapakah yang tidak terdampak oleh pandemi corona? Tidak sedikit perusahaan bangkrut, tidak sedikit orang yang dirumahkan dan di PHK hingga semua merasakan beratnya menghadapi keadaan di tengah pandemi ini.
Saya lebih meyakini bahwa orang yang masih ke luar rumah dan tidak mematuhi aturan PSBB adalah orang yang tidak bisa move-on, orang yang belum biasa mengubah kebiasaan-kebiasaan sebelum ada wabah corona," jelasnya 

Ade melanjutkan orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif wabah virus corona pasti sangat menyakitkan, dimana mental akan jatuh karena obat wabah virus corona belum ada. 

"Ditambah lagi situasi rumah sakit yang saat ini penuh dengan pasien. Selain itu, orang-orang terdekat bisa ikut tertular. Juga akan sangat memilukan karena jika sudah tertular, harus diisolasi di rumah sakit, sendiri, di ruang tersendiri, tanpa bisa dibesuk oleh keluarga dan orang-orang terdekat. Oleh sebab itu, move-on lah, ubahlah kebiasaan - kebiasaan sebelumnya sampai pandemi ini  berakhir dengan mematuhi aturan PSBB dan pedulilah pada kesehatan diri sendiri, keluarga  dan orang lain," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)