Tak Berani Iklan Namun Ingin Berbagi Pengetahuan

Tak Berani Iklan Namun Ingin Berbagi Pengetahuan
ilustrasi

NIAT diri adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Saya dan beberapa orang dekat saya mendapat pencerahan baru dari seorang guru besar bidang bakteri dalam tubuh manusia. Turunnya daya immune (daya tahan tubuh) dan sakitnya seseorang adalah disebabkan ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh.

Allah menciptakan semua makhlukNya berpasang-pasangan dalam takaran perimbangan yang pas menurut Allah. Gara-gara ulah manusia sendirilah, dengan gaya hidup dan pola makan yang salah, maka bakteri tubuh menjadi tidak seimbang, lalu sakit atau mudah kemasukan virus.

Karena tertarik maka kami ikut group WA para aktifis kesehatan dan para dokter serta para tokoh agama yang ingin lebih tahu tentang hal ini. Sayapun dan keluarga mengkonsumsi beberapa produk yang non kimia ini. Sungguh kami merasakan hikmahnya dan merasakan serta melihat hasilnya (hasil lab dan reaksi tubuh).

Di group kami itu ramai konsultasi, tanya jawab dan ramai pula dengan beberapa testimoni dari berbagai penyakit yang berhasil sembuh atau bertahap membaik, mulai dari kanker, tumor, diabetes, ginjal serta penyakit lainnya yang ringan-ringan seperti kembung dan sakit kepala. Bukan satu dua kali saya coba berikan kepada jamaah saya dan mereka alhamdulillah membaik. Keponakan saya yang lama tidak hamil-hamil mencoba menggunakan paket hamil kira-kira 2 bulan dan kini sudah hamil. Alhamdulillah. Ini adalah berkah upaya penyeimbangan bakteri tubuh.

Mustahil penjelasan panjang tentang bakteri ini saya ungkap di forum kecil ini. Singkat kata, sebagai akademisi yang selalu berupaya meneliti fakta keilmuan, dan sebagai orang yang belajar agama yang ingin melihat dalil serta rahasia dalil naqli (nass), saya senang dengan pengalaman dan pengetahuan baru ini.

Kini di group kami itu ramai tentang virus corona, cara menjaga kesehatan diri dan cara menterapi saat ketimpa corona. Tak usah saya ceritakan semua. Namun ijinkan saya menyampaikan beberapa copy paste obrolan testimoni mereka. Salam, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi)