Satu Kampung di Cigedug Diisolasi, Gara-gara Pasien Positif Covid-19 Kabur Sebelum Meninggal

Satu Kampung di Cigedug Diisolasi, Gara-gara Pasien Positif Covid-19 Kabur Sebelum Meninggal
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Pemkab garut memberlakukan isolasi terhadap warga stau kampung di Kecamatan cigedug menyusul terungkapnya seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia dan ternyata dinyatakan terpapar Covid-19. Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat kabur dari RS ke Cigedug.

Isolasi berlaku efektif mulai Rabu (22/4/2020) hingga setidaknya sepuluh hari ke depan. Selama warga menjalani isolasi diri tersebut, Pemkab Garut pun menjamin kebutuhan hidup mereka dengan menyalurkan bantuan paket sembako senilai Rp70 ribu per kepala keluarga (kk) per hari. Paket sembako diberikan berupa beras 25 kilogram, minyak goreng 4 kilogram, sarden, kue, susu, kecap, gula, dan sejumlah uang.

"Kami anggap satu kampung masyarakat ini ODP (orang dalam pemantauan). Kami juga memerlukan rapid test untuk 120 orang. Jadi, satu kampung ini dijamin hidupnya. Setiap ODP dapat bantuan pangan senilai Rp700 ribu (untuk sepuluh hari,red)," kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada sejumlah wartawan di Pendopo Garut, Rabu (22/4/2020).

Dia menyebutkan, isolasi diri terhadap warga satu kampung di Cigedug itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 kepada warga atau tetangga di sekitarnya.
Wabup Garut Helmi Budiman menambahkan, isolasi diri warga satu kampung tersebut dilaksanakan selama sepuluh hari karena berkaitan hasil dari tes cepat (rapid test) yang dilakukan terhadap mereka membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari. Tes cepat sendiri dilakukan baru pada Selasa (21/4/2020).

Karena itu, lanjut Helmi, bisa saja isolasi berlanjut hingga selama 14 hari bahkan lebih. Isolasi diri juga bisa jadi diberlakukan terhadap warga lain di kampung berdekatan.

Ada sebanyak 315 kepala keluarga menjalani isolasi diri di kampung yang kini menjadi zona merah Covid-19 itu. Selain isolasi terhadap satu kampung zona merah tersebut, Helmi juga mengingatkan agar pemberlakuan jaga jarak dan fisik sosial (social/physical distancing) di wilayah Kecamatan Cigedug dan tiga kecamatan terdekat lainnya yakni Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang lebih diperketat. Apalagi hasil tes cepat menunjukkan ada warga reaktif Covid-19 di Cigedug.

Penyerahan paket sembako bagi warga kampung diisolasi di Cigedug dilakukan Wabup Helmi kepada Camat Cigedug Mia Herlina S.

Camat Cigedug Mia Herlina S menyebutkan, ada sebanyak 350 paket sembako bantuan Pemkab Garut diterima untuk disalukan kepada warga terdampak Covid-19 di daerahnya itu. 
Sebanyak 315 paket di antaranya diperuntukkan bagi warga terdampak langsung di kampung yang diisolasi, dan sebanyak 35 paket lainnya bagi warga sekitar berdekatan kampung tersebut.

Selain dari Pemkab Garut, sebagai bentuk kepedulian jajaran TNI dan Polri, warga kampung diisolasi di Cigedug itu mendapatkan bantuap serupa dari Kodim 0611/Garut dan Polres Garut. Bantuan berupa paket sembako, masker, dan hand sanitizer itu diserahkan melalui melalui Dandim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung TWA dan Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah.

Sekadar diketahui, PDP lelaki berusia 20 tahun asal Cigedug meninggal dunia dalam perawatan di RSU dr Slamet Garut pada 1 April 2020, dan belakangan hasil laboratorium kesehatan menunjukkan yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19 itu  baru terungkap ke publik pada 20 April 2020.(zainulmukhtar)