Bio Farma Segera Berikan Terapi Konvalesent Plasma untuk Pasien Covid-19

Bio Farma Segera Berikan Terapi Konvalesent Plasma untuk Pasien Covid-19
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Bio Farma terlibat aktif dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia. Salah satunya kolaborasi dengan RSPAD Gatot Subroto dan Lembaga Eijkman dalam pemanfaatan plasma konvalesent untuk terapi kepada pasien Covid-19.

Kegiatan terapi ini diprakarsai RSPAD Gatot Subroto. Metode pengobatan dengan nama konvalesent plasma Covid-19 ini diharapkan akan dapat segera diimplementasikan. Untuk mengambil plasma darah tersebut, diperlukan suatu protokol tertentu antara lain ethical clearence dan pangambilan sampel di Unit Transfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Subroto.

Cara kerja dari konvalesent plasma ini yaitu dengan memanfaatkan antibodi yang muncul secara alami dari tubuh pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Kemudian, antibodi yang terkandung dalam plasma tersebut diberikan kepada pasien Covid-19 lainnya yang termasuk kategori kritis atau pasien yang membutuhkan ventilantor.

Salah satu peneliti Bio Farma Neni Nurainy mengatakan, secara prinsip hal tersebut memang bisa dilakukan karena secara alami tubuh kita akan menghasilkan antibodi setiap kali tubuh kita diserang mikrooragnisme berupa virus atau bakteri.

“Tubuh kita ini, sudah dirancang sedemikian rupa bisa bertahan dari serangan virus atau bakteri tertentu. Dan secara alami juga, tubuh kita akan mengeluarkan antibodi yang spesifik untuk menyerang virus atau bakteri tersebut. Antibodi inilah yang kita manfaatkan untuk menjadi antivirus untuk menghambat perkembangan virus Covid-19 ini,” ujar Neni, Kamis (23/4/2020).

Dia menjelaskan, sistem kerja konvalesent plasma ini hampir sama dengan serum. Dimana dalam tubuh pasien Covid-19 setelah pemberian konvalesent plasma dari donor akan dapat menetralisasi virus sehingga virus yang berada di dalam tubuh pasien Covid-19 tidak bertambah banyak.

Neni menambahkan, proses pembuatan konvalesent plasma ini adalah dari hasil plasmapheresis yang dilakukan di UTD RSPAD Gatot Subroto. Sedangkan, Bio Farma membantu dalam hal pengujian titer antibodinya.

Sementara itu, dilihat dari sisi medis Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinis Bio Farma Novilia S Bachtiar mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pasien donor yang akan memberikan plasma darahnya. Diantaranya sudah tidak ada gejala klinis dan hasil swab menunjukan hasil yang negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

“Ada beberapa persyaratan untuk bisa menjadi pendonor, selain sudah tidak ada gejala klinis, dari hasil swabnya menunjukan hasil negatif sebanyak dua kali, tidak menggunakan ventilator. Plasma dari pendonor tidak mengandung penyakit lain seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dll dan titer antibodinya menunjukan angka Titer untuk corona antara kisaran 1:160 lebih," tutur Novilia.

Dia menambahkan, plasma yang diambil merupakan plasma yang sudah memasuki minimal hari ke-14 setelah dinyatakan sembuh. (*)