Rapid Test, Dua Pedagang Pasar Rebo Positif Terpapar Virus Corona

Rapid Test, Dua Pedagang Pasar Rebo Positif Terpapar Virus Corona
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pasar tradisional termasuk fasilitas publik lain selama ini menjadi salah satu simpul kerumunan warga. Tak mau kecolongan, di masa tanggap Covid-19 ini Pemkab Purwakarta menyiapkan serangkaian antisipasi guna meminimalisasi penyebaran virus mematikan itu.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, simpul-simpul keramaian selama ini juga menjadi perhatian serius jajarannya. Hal itu dilakukan guna meminimalisasi paparan virus mematikan ini ke masyarakat. Salah satu yang sudah dilakukan, yakni dengan menyosialisasikan wajib masker, khususnya bagi para pedagang. Termasuk, mendorong peningkatan pola hidup bersih di masyarakat.

"Selain menyiapkan tempat cuci tangan, saat ini kami juga menerjunkan tim gugus tugas untuk melakukan rapid test ke para pedagang," ujar Anne kepada INILAH, Kamis (23/4/2020).

Anne menjelaskan, rapid test bagi pedagang ini sengaja dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan mereka dan memastikan apakah mereka terpapar atau tidak. Untuk hari ini, rapid tes baru di lakukan di Pasar Rebo. Selain di pasar tradisional itu, rapid tes juga dilakukan di kantor Dinas Kesehatan untuk masyarakat umum.

"Untuk rapid tes di pasar, ada 50 pedagang yang di periksa kesehatannya. Dari jumlah itu, ada dua pedagang yang ternyata positif terpapar virus corona," kata Anne.

Dua pedagang tersebut, sambung dia, saat itu juga langsung dibawa tim kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kedua pedagang ini, nantinya harus menjalani swab tes dan wajib mengisolasi secara mandiri selama 14 hari dan sementara waktu dilarang berinteraksi dengan masyarakat umum.

Anne menambahkan, dari data yang ada sampai saat ini sudah ada 19 warga yang positif saat menjalani rapid tes. Adapun warga yang dinyatakan positif Covid, terhitung hari ini ada sebanyak 6 orang, dengan kata lain ada penambahan 1 orang dari hari sebelumnya.

Sedangkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), saat ini 150 orang. Kemudian, pasien dengan pengawasan yang sembuh berjumlah 2 orang. Sehingga jumlah PDP saat ini 15 orang. (Asep Mulyana)