Warga Tanah Sareal Menangis Bahagia Saat Dapat Sembako

Warga Tanah Sareal Menangis Bahagia Saat Dapat Sembako
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Anggota DPRD Kota Bogor membagikan ratusan paket sembako kepada warga kurang mampu dan janda di wilayah Tanah Sareal. Pembagian sembako ini juga melibatkan aparatur RW dan RT agar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

Anis, salah satu warga yang menerima bantuan mengaku sangat berterimakasih. Dia pun berlinang air mata bahagia karena wakil rakyat hadir memberi solusi di tengah pendemi Covid-19 yang berdampak signifikan bagi perekonomian masyarakat.

"Saya berterimakasih kepada Bu Lania atas bantuannya karena telah peduli kepada masyarakat. Terimakasih Umi, kami sangat terbantu," katanya, Kamis (23/4/2020).

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor Laniasari mengatakan sebelumnya dia memfokuskan penyaluran bantuan bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor. Kali ini, dia menyasar masyarakat kurang mampu yang perekonomiannya terdampak pendemi Covid-19.

"Kita semua mengetahui dampak perekenomian Covid-19 ini di Indonesia, selain itu juga kami mengimbau pemerintah dan masyarakat yang mampu membantu yang tidak mampu," ujarnya.

Lania melanjutkan, sampai hari ini total dibagikan 300 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu dan janda di wilayah kelurahan Kebon Pedes, Kencana, Kayu Manis, dan Kedung Badak. Paket berupa beras, mi instan, telor dan minyak goreng yang merupakan bahan pokok paling dibutuhkan masyarakat saat ini.

"Saat pembagian itu dilakukan pendataan terlebih dahulu kepada  masyarakat melalui RT dan RW bersama tim dari Relawan Laniasari. Setelah itu dirinya membagikan beberapa paket kepada masyarakat dan sisanya dibagikan sesuai data oleh tim bersama RT juga RW," tambahnya.

Lania mengaku, dirinya senang masih bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan di tengah pendemi Covid-19. Bahkan, dia mengaku terenyuh dengan ucapan terima kasih dari salah satu warga yang mengaku memang membutuhkan sekali beras dan kebutuhan pokok untuk makan keluarganya. (Rizki Mauludi)