Robert Alberts Sebut Laga Tanpa Penonton Bisa Dilakukan Juli Mendatang

Robert Alberts Sebut Laga Tanpa Penonton Bisa Dilakukan Juli Mendatang
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Nasib kelanjutan Liga 1 2020 belum mengalami perubahan. Kompetisi tertinggi Tanah Air itu masih dalam status tunda hingga akhir Mei mendatang.

Keputusan itu dikeluarkan PSSI sesuai dengan anjuran pemerintah melalui melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa bencana virus Corona (Covid-19) diprediksi berakhir akhir Mei.

Kondisi ini berbeda dengan negara lain. Beberapa di antaranya, khususnya Eropa sudah mulai bersiap melanjutkan kompetisinya. Namun, pertandingan akan digelar tanpa penonton.

Keputusan itu diungkapkan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Menurutnya keputusan tanpa penonton dirasa tepat dibandingkan tidak dilakukan sama sekali. Setidaknya agar bisa mengobati kerinduan dari segenap penggemar dunia sepak bola.

Sebut saja Liga Primer, yang tak lama lagi akan menuntaskan musim kompetisi ini. Lalu ada La Liga yang sudah mulai menginstruksikan klub untuk kembali menggelar latihan bersama meski dengan penerapan physical distancing.

Menurut Ceferin, tidak ada solusi yang terbaik di tengah pandemi. Namun solusi yang dikeluarkan juga tidak buruk. Satu di antaranya harus ada yang mengalah, misalnya tetap menggelar pertandingan tanpa penonton.

Menyikapi hal itu, pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts merasa cukup berat jika Indonesia mengikuti aturan tersebut. Sekalipun digelar tanpa penonton.

Terbukti, saat ini saja jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia semakin bertambah setiap harinya. Bahkan pemerintah Indonesia baru menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah.

Terbaru, penerapan PSBB dilakukan di wilayah Bandung Raya. Penerapan itu akan dilakukan selama dua pekan atau hingga 5 Mei mendatang.

"Risikonya terlalu besar jika menggelar laga dengan penonton," kata Robert seperti dilansir laman resmi Persib.

Pelatih asal Belanda ini tak memungkiri sangat rindu dengan pertandingan. Namun dia juga harus bersabar lantaran Covid-19 ini cukup berbahaya.

"Tapi saya pikir, kita bisa melakukan hal yang sama dengan itu (pertandingan tanpa penonton) di Indonesia di bulan Juli," tuturnya.

Karena itu, Robert berharap wabah Covid-19 ini bisa segera berakhir. Sehingga kompetisi benar-benar bisa disaksikan secara nyaman oleh seluruh pihak.

"Penting bagi klub untuk kembali bermain. Tetapi, tentunya dengan aturan ketat agar keselamatan pemain juga terjaga," tegasnya.

Sejauh ini, baru Liga Jerman (DFL) yang sudah memastikan akan melanjutkan kompetisi di tengah wabah Covid-19 dengan tanpa penonton. Rencananya, akan bergulir pada 9 Mei dan berakhir di pengujung Juni 2020.

Meski digelar tanpa penonton, tercatat bakal ada 322 orang yang berada di stadion. Jumlah tersebut meliputi pemain, staf pelatih, pihak keamanan, tim medis, jurnalis dan lain-lain.

Nantinya, sebanyak 322 orang itu akan dibagi ke dalam tiga zona. Zona 1 beberapa di antaranya diisi pemain, wasit, fotografer, tim medis dan lain-lain.

Kemudian, zona 2 ditempati pihak keamanan, jurnalis, staf kebersihan dan lain-lain. Selanjutnya, zona 3 akan diisi pihak keamanan, kru televisi dan teknisi Video Assistant Referee (VAR). (Muhammad Ginanjar)