Papdi: Puasa Tingkatkan Sistem Imun Tubuh

Papdi: Puasa Tingkatkan Sistem Imun Tubuh
Dokter spesialis penyakit dalam yang juga pengurus Papdi, Profesor Iris Rengganis. (antara)

INILAH, Jakarta - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) mengatakan saat seseorang melaksanakan ibadah puasa dengan sendirinya memberikan kesempatan bagi tubuh untuk meningkatkan sistem imun.

"Sebab tubuh kita mendapatkan fase istirahat termasuk usus dan perut," kata dokter spesialis penyakit dalam yang juga pengurus Papdi, Profesor Iris Rengganis, saat video konferensi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan dengan adanya fase istirahat bagi tubuh pada saat berpuasa, sel-sel peradangan menurunkan efek-efek agar tidak mengeluarkan zat yang menimbulkan peradangan.

Secara sederhana, apabila makan saat sahur dan berbuka sudah dilakukan dengan cukup, maka akan tercipta fase istirahat bagi tubuh saat tidak ada makanan atau apapun yang masuk ketika berpuasa

"Kadang-kadang orang bilang istilah detoks, ada benarnya karena sistem imun diberi kesempatan untuk meningkat. Jadi justru ditingkatkan karena tidak ada apa-apa yang mengganggu," katanya.

Namun, di samping itu, ia mengingatkan masyarakat untuk melakukan sejumlah tindakan yang mendukung upaya peningkatan sistem imun termasuk konsumsi buah dan sayur yang cukup saat sahur dan berbuka.

Kemudian minum air putih yang cukup yakni delapan gelas per hari. Aturan konsumsi cairan harus diperhatikan dan diatur agar tetap terpenuhi saat berpuasa siang hari.

"Jadi gizi harus tetap seimbang dan ini harus diperhatikan saat berbuka. Begitu pula dengan istirahat, harus cukup minimal tujuh hingga delapan jam per hari," ujar dia.

Untuk pasien yang mengalami gangguan imunitas, alergi, dan sebagainya termasuk yang perlu mengonsumsi obat secara teratur, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter masing-masing.

"Kalau yang teratur minum pagi dan malam itu mudah, namun yang harus konsumsi pagi siang malam maka harus tanya pada dokter bagaimana cara mengonsumsi obat yang baik saat berpuasa," kata dia.

Menurut dia, pasien yang mengalami sakit berat tidak dianjurkan berpuasa sementara yang ringan dan terkontrol dengan baik bisa berpuasa dengan catatan tetap berkonsultasi dengan dokter. (antara)