Duh, Seorang IRT Asal Majalaya Gelapkan Puluhan Mobil yang Disewanya

Duh, Seorang IRT Asal Majalaya Gelapkan Puluhan Mobil yang Disewanya
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus penipuan/penggelapan puluhan mobil sewaan yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial YRR (34) warga Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus penipuan/penggelapan puluhan mobil sewaan yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial YRR (34) warga Kecamatan  Majalaya, Kabupaten Bandung.

Beberapa mobil yang disewa didgelapkan oleh YRR diantaranya milik pengusaha sewaan mobil di Kabupaten Bandung berinisial DS. Kepada DS, YRR menyewa beberapa unit mobilnya, namun setelah waktu yang ditentukan dan disepakati telah habis, YRR tak mengembalikan kendaraan tersebut.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan didampingi Kasatreskrim AKP Agta Bhuana Putra mengatakan, kasus ini terungkap setelah DS melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

"Berdasarkan laporan itu kami lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap YRR. Setelah kami periksa, ternyata mobil yang disewa YRR digadaikan kepada orang lain," kata Hendra saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Kab. Bandung, Kamis (23/4/2020).

Polresta Bandung pun melakukan pengembangan. Ternyata, YRR telah puluhan kali melakukan hal serupa dengan modus sama yakni menyewa mobil kemudian menggadaikannya kepada pihak lain.

"Pelaku sudah menggadaikan 30 unit mobil sewaan. Sedangkan mobil yang telah kami amankan sebanyak 20 unit,"ujarnya.

Mobil yang disewa  YRR digadaikan seharga Rp 20 juta per unit dengan perantara Y dan NH. Para perantara mendapat komisi dari YR sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk setiap kali proses gadai mobil.

"YRR ini melakukan perbuatannya sudah tiga tahun sejak 2018 lalu. Sasarannya penyewaan mobil di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Uang hasil gadai itu digunakan YRR untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Akibat perbuatannya, YRR dijerat Pasal 372-378 junto Pasal 64 dan 55 atau Pasal 481 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

"Kami mengimbau agar para pengusaha penyewaan mobil lebih hati-hati dan selektif saat menyewakan mobil mereka. Karena kejadian seperti ini yang menyewa harian tapi sampai berhari-hari bahkan sampai tidak dikembalikan," ujarnya. (Dani R Nugraha)