Apindo Sarankan Perusahaan di KBB Penuhi Protokol Covid-19

Apindo Sarankan Perusahaan di KBB Penuhi Protokol Covid-19
Foto : Ketua Apindo KBB, Joni Tjakralaksana (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Maraknya sejumlah perusahaan yang masih beroperasi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bandung Barat menimbulkan polemik di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bandung Barat, Joni Tjakralaksana mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti berapa banyak perusahaan yang masih beroperasi.
Kendati demikian, kata Joni, sudah banyak perusahaan yang tutup karena adanya wabah virus Covid-19.

"Untuk perusahaan yang masih beroperasi, Apindo sudah menyarankan untuk mengikuti aturan WHO dengan menyediakan hand sanitizer, sabun, dan vitamin c. Semua harus diberikan dan rapid tes kita juga mau bahas hari ini," ujarnya usai penyerahan bantuan Apindo kepada Bupati Bandung Barat, Kamis (23/4/2020).

Joni mengatakan, pihaknya khawatir jika ada karyawan perusahaan yang terpapar virus Covid-19. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah membahas tentang bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19.

"Kita sebagai pengusaha lagi mau menyumbang, kita akan atur supaya sembako di dahulukan, namun kita belum tahu apa ini kontinu, karena akan dibahas hari ini," katanya

Joni melanjutkan, terkait bantuan khusus bagi karyawan tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Tapi, kata dia, pada prinsipnya perusahaan harus membantu masyarakat terdampak Covid-19 melalui Pemda KBB.

"Yang jelas beberapa perusahaan sudah menyumbang masker 5000, sembako juga ada," pungkasnya

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menuturkan, terkait dengan masih adanya perusahaan yang beroperasi ditengah pandemi virus Covid-19, ia meminta perusahaan harus mematuhi aturan yang ditetapkan dan menjalankan protokol Covid-19.

"Asal menjalankan protokol COVID-19, gak ada masalah," tuturnya.

Umbara menambahkan, perusahaan juga harus melakukan rapid tes secara mandiri bagi seluruh karyawannya dan melaporkan hasilnya kepada Pemda Kabupaten Bandung Barat.

"Protokolnya wajib dijalankan, jaga jarak wajib, pake masker, suhu tubuh di cek, dan cuci tangan," tandasnya. (agus sn).