Jabar Bergerak Kembali Terima Bantuan Masyarakat untuk Penanggulangan COVID-19 

Jabar Bergerak Kembali Terima Bantuan Masyarakat untuk Penanggulangan COVID-19 
foto: Humas Pemprov Jabar

INILAH, Bandung-Bantuan masyarakat, baik perorangan, yayasan, maupun perusahaan, untuk penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) terus mengalir dari waktu ke waktu. Hal itu memperlihatkan kepedulian masyarakat untuk membantu sesama di tengah pandemi COVID-19 tinggi. 

Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Ridwan Kamil menerima sejumlah bantuan, baik berupa Alat Pelindung Diri (APD), pangan, dan uang, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/20). Adapun Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut.

Rinciannya, 5 unit desinfektan chamber dari PT Taspen (Persero) KCU Bandung, Alat Pelindung Diri (APD) penanganan COVID-19 senilai Rp500 juta dari Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jabar, uang tunai sebesar Rp350 juta dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV (PTS) Jabar, 30.350 dus susu bubuk dari Danone, dan 25 ton beras dari PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (Eco Racing).

"Kalau boleh di luar itu kami mohon kepada (donatur) yang mampu untuk berpartisipasi dalam bentuk pikiran, gagasan, sumbangan, ketenagaan, kesukarelawanan dan apapun itu," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- dalam sambutannya.

Sementara itu, Atalia menyambut baik kontribusi para donatur, khususnya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV yang menganggarkan dana bantuannya untuk mahasiswa di Jabar. Menurut ia, ada banyak mahasiswa terdampak yang kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring, karena terhambat koneksi internet.

"Alhamdulillah hari ini banyak sekali bantuan, dan yang paling menarik ini ada dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, artinya dari kampus-kampus juga mereka udunan, mereka iuran untuk membantu masyarakat Jawa Barat termasuk juga Banten," ucap Atalia.

"Karena mahasiswa sekarang banyak sekali yang terdampak, mereka banyak yang harus kos, harus mendapatkan mata kuliah dan ujian melalui daring, sehingga mereka memang butuh sekali bantuan dari masyarakat lain," tambahnya.

Adapun, Ketua LLDIKTI Wilayah IV Uman Suherman melaporkan, pihaknya telah mengumpulkan dana bantuan dari perguruan-perguruan tinggi swasta.

"Pada hari ini kami sumbangkan ke Jawa Barat itu 550 juta (rupiah), yang 350 (juta rupiah) kami serahkan ke panitia gugus depan Jawa Barat," kata Uman.

Uman menjelaskan, bantuan kepada mahasiswa ini akan berbentuk uang tunai, dan disalurkan melalui perguruan tinggi yang mengajukan permohonan bantuan, sehingga pertanggungjawaban dana bansos ini akan jelas.

"Jadi (uang) akan diberikan ke perguruan tinggi yang mengajukan sesuai dengan kebutuhan yang ada di kampusnya," ucapnya.

Selain itu, Uman mengatakan bahwa sasaran bantuan mahasiswa ini mencapai sekitar 512.000 mahasiswa di Jawa Barat dan sekitar 170.000 mahasiswa di Banten.