Petugas Pemulasaraan Jenazah Butuh APD, KNPI Cibinong Menggalang Dana

Petugas Pemulasaraan Jenazah Butuh APD, KNPI Cibinong Menggalang Dana
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Peduli kepada 42 orang petugas pemulasaraan atau pemandian jenazah di Kecamatan Cibinong butuh perangkat alat pelindung diri (APD), PK KNPI Cibinong pun melakukan penggalangan dana dan donasi.

Ketua PK KNPI Cibinong Irvani Ramadhan mengatakan hasil perbincangan dirinya bersama Ketua MUI Cibinong, ada 42 orang petugas pemulasaraan jenazah yang membutuhkan perangkat APD karena mereka tidak mengetahui persis apakah jenazah yang mereka mandikan itu meninggal dunia karena wabah virus corona atau karena penyakit lainnya.

"PK KNPI Cibinong bersama organisasi kepemudaan lainnya GM FKPPI, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Angkatan Muda Siliwangi, Satria Gerindra dan Pemuda Muhammadiyah saat ini masih menggalang dana dari seluruh unsur masyarakat yang peduli terhadap nasib petugas pemulasaraan jenazah yang kadang kurang diperhatikan, pengalangan dana dan donasi ini akan kami belikan perangkat APD untuk nantinya digunakan pada saat mereka memandikan jenazah," kata Irvani kepada wartawan, Jumat (24/4/2020).

Mahasiswa jurusan jurnalistik IISIP Jakarta itu menerangkan selain penggalangan dana dan donasi perangkat APD, bersama teman-teman pemuda ia pun sudah membagikan gratis masker hand sanitizer.

"Setiap minggu kami membagikan masker karena kami melihat bahwa masih ada masyarakat atau pengemudi kendaraan roda dua yang tidak menggunakan masker, padahak itu wajib digunakan karena Kabupaten Bogor sudah  menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar," terangnya.

Kepada masyarakat luas, Irvani menghimbau agar mereka disiplin dalam melaksanakan aturan yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 16 tahun 2020 tentang penerapan PSBB.

"Setiap keluar rumah dan bagi pengendara motor masyarakat kami himbau untuk menggunakan masker guna menghindari resiko tertular wabah virus corona, selain itu mari kita sama - sama melaksanakan Perbup Bogor nomor 16 tahun 2020 tentang PSBB seperti dilarang berkerumun, wajib melaksanakan physical distancing, melaksanakan prosedur kesehatan dan lainnya," imbau Irvani.