Distribusi APD dan Paket Sembako, HSBC Indonesia Gandeng Rumah Zakat

Distribusi APD dan Paket Sembako, HSBC Indonesia Gandeng Rumah Zakat
istimewa

INILAH, Bandung - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) menggandeng Rumah Zakat untuk mendistribusikan alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di 35 rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Selain itu, HSBC Indonesia pun memberikan sejumlah paket sembako bingkisan keluarga prasejahtera.

Penyaluran APD akan dilakukan di 24 titik kota/kabupaten yang tersebar di 15 provinsi. Sedangkan, paket sembako akan didistribusikan ke 11 kota/kabupaten di tujuh provinsi.

Langkah ini merupakan salah satu rangkaian kontribusi HSBC Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19  terutama di daerah rentan.

“Saat dunia dihadapkan pada pandemi Covid-19, HSBC Indonesia bersama seluruh masyarakat di Indonesia membantu membatasi penyebaran virus dan meringankan kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat akibat wabah ini, di tempat kita tinggal dan bekerja. Prakarsa yang sedang berlangsung mencakup banyak aspek untuk menangani tantangan ini. Dari staf dan lingkungan kerja, ke proses dan teknologi serta bantuan untuk nasabah, masyarakat dan pemerintah, Bank berkontribusi dalam segala cara,” kata Presiden Direktur HSBC Indonesia Sumit Dutta, Jumat (24/4/2020).

Selain itu, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko menyampaikan pihaknya memahami adanya dampak kesehatan dan gangguan ekonomi sebagai akibat dari pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

“Karenanya kami bermitra dengan berbagai organisasi yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang tepat untuk dapat membantu menyalurkan kontribusi kami, seperti Rumah Zakat,” ujar Nuni.

Selain bantuan bersifat segera untuk membantu penanganan wabah tersebut, dia mengungkapkan pihaknya pun senantiasa menggali beragam cara kami dapat membantu dampak jangka pendek maupun jangka panjang terkait kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang HSBC berikan kepada Rumah Zakat dalam menyalurkan bantuan untuk program Bersama Hadapi Corona. Kolaborasi ini semoga menjadi kontribusi dalam mendukung program pemerintah negara Indonesia," ungkap CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Dia menyatakan, dalam penanganan pandemik Covid-19 ini Rumah Zakat membaginya dalam program jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek terbagi dalam 3 fase, yakni inkubasi, kurasi, dan resesi.

Dalam ketiga fase tersebut Rumah Zakat menghimpun dana-dana kemanusiaan untuk disalurkan pada program edukasi, aksi pencegahan penyebaran wabah, bantuan kesehatan, hingga bantuan pangan. Sementara program jangka panjang yang digulirkan oleh Rumah Zakat antara lain ketahanan pangan, padat karya produktif, hingga pemberdayaan ekonomi tani dan UMKM.

"Kami menyadari bahwa efek dari bencana nasional Covid-19 ini tak hanya berpengaruh pada kesehatan tapi juga perekonomian masyarakat karena angka kemiskinan yang diperkirakan meningkat. Namun kami optimis bahwa kita bersama dapat membantu pemerintah dalam mengatasi krisis ini melalui pemanfaatan dana ZISWaf dan kemanusiaan untuk program-program produktif," jelasnya. (*)