Kecamatan Gunung Putri Zona 'Paling' Merah Virus Corona

Kecamatan Gunung Putri Zona 'Paling' Merah Virus Corona
foto: INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Bogor - Kecamatan Gunung Putri menjadi zona paling merah penyebaran wabah virus corona (covid 19) setelah tiga orang warganya lagi - lagi terkonfirmasi positif wabah tersebut.
 
Berdasarkan data tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor daei total 99 orang yang terkonfirmasi positif wabah virus corona, 23 orang merupakan warga Kecamatan Gunung Putri.
 
"Hari ini ada 4 warga yang terkonfirmasi positif wabah virus corona hingga totalbya ada 99 orang pasien positof virus corona, dari 99 orang tersebut yang paling banyak ada di Kecamatan Gunung Putri dengan banyak kasus ada 23," kata Ketua Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Jumat (24/4).
 
Ia menerangkan dari 99 kasus positif virus corona, selain 23 kasus di Kecamatan Gunung Putri, 17 kasus di Kecamatan Cileungsi, 16 kasus di Cibinong, 15 kasus di Bojonggede, 4 kasus di Ciampea, 4 kasus di Kemang, 3 kasus di Gunung Sindur, 3 kasus di Citeureup, 3 kasus di Babakan Madang, 2 kasus di Parungpanjang, 2 kasus di Ciomas, 2 kasus di Tajur Halang, 1 kasus di Jonggol, 1 kasus di Ciawi, 1 kasus di Ciseeng, 1 kasus di Tamansari dan 1  kasus lainnya di Leuwisadeng.
 
"Namun karena satu orang warga Jonggol sembuh dari wabah atau penyakit virus corona, maka jumlah zona merah penyebaran wabah virus corona berkurang dari sebelumnya 17 menjadi 16 kecamatan. Sementara jumlah pasien positif virus corona yang sembuh ada 9 orang, 6 orang meninggal dunia dan 84 orang positif aktif yang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit baik yang ada di Bumi Tegar Beriman maupun DKI Jakarta," terangnya.
 
Wanita nomor satu di Kabupaten Bogor ini menjelaskan untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) ada 395 orang sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 347 Orang.
 
"Hari ini jumlah ODP ada 395 orang itu bertambah dari sebelumnya yaitu 389 orang, sementara jumlah PDP  ada peningkatan dari 320 orang menjadi 347 orang. Untuk jumlah PDP meninggal  dunia tidak bertambah yaitu sebanyak 17 orang," jelas Ade. (Reza Zurifwan)