Tempat Terindah Tak Hendakkah ke Sana?

Tempat Terindah Tak Hendakkah ke Sana?
ilustrasi

SALAH satu materi pengajian malam ini adalah tentang kaidah kebahagian, yakni bahwa tidak ada kebahagiaan hakiki di dunia ini. Beragam kisah pasti datang silih berganti. Tak ada sehat abadi, tak ada lezat abadi dan tak ada aman nyaman abadi. Mengapa? Karena aman, nyaman, damai dan bahagia sejati itu adanya adalah di surga kelak.

Bagaimanakah keadaan surga itu? Rasulullah bersabda dalam satu hadits Qudsi: "Allah berfirman, Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia."

Begitu luar biasanya indahnya surga sampai tak bisa dibayangkan oleh kita. Tak ada bandingannya di dunia ini, seindah apapun obyek wisata yang ada di dunia ini. Ada banyak ayat dan hadits yang menggambarkan keindahan surga itu. Faktanya kelak masih jauh di atas bayangan kita akan penjelasa ayat dan hadits itu. Tak hendakkah kita ke sana?

Jika ada orang berkisah tentang indahnya Amerika dan Eropa, banyak di antara kita yang ingin juga mengunjunginya. Terlebih saat melihat postingan fotonya yang menyajikan suasana baru yang menghebohkan. Saat ada orang bercerita keindahan Turki dengan bunga tulip dan bangunan kota tuanya, banyak di antara kita rajin menyimpan uang, menabung untuk berangkat bersama-sama keluarga. Salahkah? Tidak, dengan catatan ada nilai yang bisa kita petik.

Kalau ke Amerika, Eropa, Timur Tengah atau ke tempat indah di manapun kita siap menabung demi bisa mengunjunginya, lalu sudah berapakah harta yang kita tabung untuk bisa berkunjung ke dan menjadi ahli surga? Hendakkah kita ke sana? Nafkahkanlah harta di jalan yang disukaiNya, diridlai Allah, Pemilik segalanya. Salam, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi]