Bayi Positif Corona Asal Kecamatan Tamansari Sempat Dirawat di Kota Bogor

Bayi Positif Corona Asal Kecamatan Tamansari Sempat Dirawat di Kota Bogor
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Lagi, bayi berusia lima bulan terkonfirmasi positif wabah virus corona (covid 19). Jika sebelumnya bayi berusia 3 bulan warga Kecamatan Cibinong maka kali ini menimpa warga Kecamatan Tamansari.

"Hari ini ada satu orang warga Bumi Tegar Beriman yang terkonfirmasi positif wabah virus corona yaitu laki - laki berusia 5 bulan asal Kecamatan Tamansari," kata Ade Yasin Bupati Bogor kepada wartawan, Minggu (26/4).

Wanita berusia 51 tahun ini menambahkan
bayi malang tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit di kota Bogor dan karena Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tidak memiliki data  lengkap maka jajarannya akan merapid test civid 19 kepada kedua orang tua bayi tersebut.

"Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tidak memiliki data lengkap karena sejak bayi sakit dia sudah dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Bogor, untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona ini maka kami akan ambil langkah  me rapid test covid 19 orang tua maupun keluarga terdekat yang tinggal dalam satu rumah," tambahnya 

Ketua Gugus Tugas Penangganan  Covid 19 Kabupaten Bogor ini menuturkan dengan adanya tambahan data kasus covid 19 diatas, maka totalnya ada 101 kasus covid 19 dan menyebar di 17 kecamatan.

"Selain bayi laki - laki berusia 5 bulan warga Kecamatan Tamansari, hari ini seorang oerempuan berusia 78 tahun asal Kecamatan Ciampea juga terkonfirmasi ppsitif wabah virus corona namun pasien Covid-19 ini telah meninggal dunia. Total kasus covid 19 hari ini adalah 101 kasus," tutur Ade.

Ia menjelaskan  bahwa pasien covid 19 yang sembuh hari ini bertambah hingga totalnya ada  10 orang, jati diri pasien tersebut ialah seorang laki - laki berusia 46 tahun asal Kecamatan Babakan Madang.

"Data pasien covid 19 yang sembuh ada 10 orang, yang meninggal dunia ada 7 Orang 
dan yang positif aktif  ada 84 orang. Selain dirawat di Bogor, mereka juga banyak yang dirawat di rumah sakit di DKI Jakarta," jelasnya.

Ibu dua orang anak ini melanjutkan bahwa Orang Dalam Pantauan (ODP) ada 292 orang, sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 308 orang, dari jumlah itu PDP yang meninggal dunia ada 17 Orang.

"Hari ini jumlah ODP maupun PDP menurun, jika sebelumnya jumlah ODP ada 395 orang hari ini turun drastis menjadi 292 orang. Jumlah PDP yang awalnya 347 orang turun menjadi 308 orang," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)