BLT Mulai Ditebar, 156.831 KK di Kota Bogor Diberi Bantuan

BLT Mulai Ditebar, 156.831 KK di Kota Bogor Diberi Bantuan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Senin (27/4/2020) besok, Pemkot Bogor mulai menebar bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak Covid-19. Penyaluran bantuan dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia by name by address dan tidak ada campur tangan aparatur wilayah dalam penyalurannya. 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, total yang akan mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota sebanyak 156.831 kepala keluarga (KK).

"Aparat di wilayah akan dibekali daftar nama penerima dari lima sumber bantuan baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun Pemkot Bogor," katanya, Minggu (26/4/2020).

Dedie melanjutkan, bagi penerima masing-masing bantuan akan ditandai dengan stiker jenis sumber bantuan, sehingga apabila ada penerima yang menerima bantuan berkali-kali atau tidak tepat sasaran maka dapat diketahui warga lain dan dapat menjadi catatan untuk dibatalkan atau dikembalikan.

"Intinya, tidak boleh satu NIK menerima beberapa bantuan dari sumber keuangan negara yang berbeda. Mohon dilapangkan jalannya," tambahnya.

Setelah melalui proses pendataan, verifikasi dan pencocokan data, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor menyampaikan kesimpulan sementara alokasi sumber bantuan dan jumlah penerimanya. 

Bantuan dari pemerintah pusat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Program Keluarga Harapan (PKH) 41.845 KK, program sembako 24.183 KK. Pemerintah provinsi DTKS 8.046 KK, non-DTKS 42.000 KK.

"Pemkot Bogor non DTKS 23.000 KK, program Nasbung 13.500 jiwa. Bansos tunai kemensos Jumlah DTKS 1.579 KK dan non DTKS 16.178 KK. Ya total 156.831 KK," jelasnya.

Dedie memaparkan, skema bantuan, PKH dan sembako setara Rp200 ribu selama terdaftar. PKH dan sembako perluasan Rp200 ribu selama sembilan bulan, untuk dari Pemprov Jawa Barat Rp500 ribu untuk empat bulan berupa sembako setara Rp350 ribu dan tunai Rp150 ribu.

"Nah untuk, Pemkot Bogor sendiri dana BLT Rp500 ribu selama empat bulan, sementara itu BST Kemensos Rp600 ribu dikali tiga bulan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)