Mentan Syahrul Siapkan 90 Ton Beras untuk Kabupaten Bogor

Mentan Syahrul Siapkan 90 Ton Beras untuk Kabupaten Bogor
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyiapkan 90 ton beras kepada masyarakat paling terdampak penyebaran wabah virus corona (covid 19) di Kabupaten Bogor.

Hal itu dikatakan mantan Gubernur Sulawesi Selatan saat dirinya meninjau pelaksanaan penyaluran beras melalui ATM Pertanian Si Komandan di Markas Kodim 0621, Cibinong Kabupaten Bogor.

"Setiap hari kami bersama beberapa Kodim di Jabodetabek membagikan bantuan sosial berupa beras, setiap Kodim kami bagikan 1,5 ton dan ini kami siapkan untuk dua bulan hingga totalnya ada 90 ton beras per Kodimnya," kata Syahrul kepada wartawan, Minggu (26/4).

Ayah tiga orang anak ini menerangkan sasaran penerima bantuan sosial beras ini adalah warga yang sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor.

"Sasaran penerima bantuan sosial beras 1,5 Kg perhari ini adalah orang yang memang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, langkah penyaluran bantuan beras ini hanya uji coba dan akan dilanjutkan apabila sukses secara penyelenggaraan," terangnya.

Syahrul menuturkan dengan bantuan petugas Bhabinsa selain bisa menyakini tidak akan salah sasaran juga bisa membantu penyalurannya karena luasnya wilayah suatu daerah.

"Mesin ATM Pertanian Si Komandan ini kan hanya satu untuk Kabupaten Bogor dan apabila wilayahnya luas maka kami serahkan ke Komandan Kodim 0621 untuk teknis penyalurannya seperti melibatkan Bhabinsa," tutur Syahrul.

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjend Nugroho Budi Wiryanto berharap dengan adanya bantuan beras dari Kementerian Pertanian ini bisa mengurangi resiko kukurangan ketahanan pangan akibat penyebaran wabah virus corona.

"Mudah - mudahan masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan sosial baik dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat bisa terbantu dengan adanya bantuan beras dari Kementerian Pertanian hingga tidak ada kukurangan ketahanan pangan di kabupaten dan kota se Provinsi Jawa Barat," harap Mayjen Nugroho. (Reza Zurifwan)