Keane: Pemain Jangan Mau Gajinya Dipotong Klub

Keane: Pemain Jangan Mau Gajinya Dipotong Klub
istimewa

INILAH, Manchester - Akibat pandemi Covid-19, banyak klub yang memotong gaji pemainnya karena tak ada pemasukan. Legenda Manchester United, Roy Keane, meminta para pemain jangan mau gajinya dipotong.

Keane mengkritik kebijakan klub yang memotong gaji pemainnya dengan besaran bervariasi, mulai dari 10-30 persen. Bagi Keane, gaji dan kontrak adalah masalah pribadi antara pemain dan klub.

Jika ada seseorang yang ingin mendonasikan sebagian gajinya, itu harus dilakukan atas keinginan pemain sendiri, bukan permintaan klub.

"Ada tekanan kepada pemain besar di klub besar dimana di sana ada pemilik klub yang kaya, meminta gajinya dipotong. Kalau saya, saya tak mau gaji dipotong oleh siapa pun jika saya main di klub besar," ujar Keane, dikutip dari Sky Sports.

"Saya tahu pemain ada tekanan, tapi soal gaji bukan urusan siapapun. Anda menerima gaji, dan jika ingin berdonasi, silakan lakukan. Saya rasa pemain tak boleh ditekan oleh klub, terutama klub besar, meminta gaji dipotong," tambahnya.

"Pemain menandatangani kontrak, dan kontrak kalian adalah masalah pribadi dengan klub. Semua ide agar para pemain gajinya dipotong sangat tak masuk akal. Itu semua terserah individu masing-masing. Jika pemain tak mau gajinya dipotong sementara di belakang ada pemilik klub miliarder, maka jangan mau dipotong. Jangan terpengaruh tekanan dari media," katanya.

"Saya bicara soal klub besar dimana mereka punya pemilik kaya raya. Jelas kalau klub kecil yang tak punya pemilik kaya raya, mungkin masuk akal gaji dipotong. Tapi, pemain di klub besar, jangan mau gaji dipotong," tandasnya. (inilah.com)