Ade Yasin Lantik Pejabat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

Ade Yasin Lantik Pejabat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Alasannya
(Istimewa)

INILAH, Bogor - Di tengah masa pandemi virus corona (covid 19), Bupati Bogor Ade Yasin merotasi sejumlah pejabat esselon III A atau se-tingkat kepala dinas di Pendopo Bupati Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Cibinong.

Ada empat orang pejabat yang dilantik Senin (27/4) pagi yaitu Dedi A Bachtiar sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Azhahir sebagai Kepala Inspektorat, Herdi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Oetje Soebagdja sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

Sebelum memjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dedi A Bachtiar menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah, Azhahir sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, lalu Herdi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Oetje Soebagdja digantikan posisinya oleh Herdi hingga dirinya hari ini dirotasi menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

"Kalau  Dedi A Bachtiar, Oetje Soebagdja dan Azhahir sebelumnya mengikuti open bidding karena jabatan yang mereka isi sebelumnya kosong dan dijabat oleh seorang Plt," kata Ade Yasin kepada wartawan, Senin (27/4).

Sedangkan untuk Herdi,  mantan Advokat ini menerangkan bahwa Oetje Soebagdja sudah tujuh tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hingga sudah sangat layak untuk dirotasi.

"Oetje sudah tujuh tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk posisi Kepala Bappenda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang saat ini kosong  juga akan di 'open bidding' dalam waktu dekat," terangnya.

Ade berharap di posisi atau jabatan barunya, para pejabat yang baru bisa meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas pemerintahan di lingkup dinas masing - masing.

"Pengangkatan seseorang pada suatu jabatan pada hakekatnya merupakan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja hingga itulah yang saya harapkan," sambungnya.

Wanita berkaca mata ini menjelaskan 
bahwa kepercayaan dan pengakuan itu merupakan suatu kehormatan dan mengandung kerja tim, setiap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas harus dilakukan secara bijak, tanpa harus saling menyalahkan, sehingga kendala - kendala yang muncul dapat diatasi dengan baik.

"Selain itu ASN saya minta juga harus responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang muncul baik di luar ataupun di dalam organisasi," jelas Ade. (Reza Zurifwan)