Robert Alberts Beri Kebebasan Berlatih Bagi Pemain yang Tak Berpuasa

Robert Alberts Beri Kebebasan Berlatih Bagi Pemain yang Tak Berpuasa
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Antara Foto)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mulai memberikan kebebasan kepada pemainnya dalam menjalani program latihan mandiri di pekan keempat ini. Terutama untuk yang tidak menjalani ibadah puasa. 

Pelatih asal Belanda ini mengatakan, pemain yang tidak berpuasa ini diberikan kebebasan untuk memilih waktu terbaik dalam menjalankan program latihannya. 

Apalagi kata Robert, di pekan keempat latihan secara mandiri ini, intensitas menengah dan volume latihan meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

"Yang tidak puasa punya keleluasaan dalam menggelar latihan di waktu yang paling nyaman menurut mereka dan tempat tinggalnya," kata Robert seperti dilansir laman resmi Persib. 

Sementara bagi yang berpuasa, kata Robert harus tetap menjalani latihan seperti biasanya dengan waktu yang tepat pada sore hari atau pada malam hari. 

Menurutnya itu waktu yang tepat bagi para pemain yang berpuasa dalam menjalankan program latihannya. Sehingga kebugaran pemain akan tetap terjaga. 

"Yang berpuasa, kami anjurkan untuk tetap berlatih," tegasnya. 

Robert berharap program latihan yang diberikan bermanfaat bagi para pemainnya. Sehingga ketika kembali berkumpul, para pemain tidak perlu kerja keras dalam meningkatkan kondisi fisiknya. 

"Ini jadi kesempatan bagi pemain untuk beradaptasi di awal Ramadan untuk mereka yang berlatih dalam keadaan puasa," katanya. 

Sebelumnya, program latihan selama bulan Ramadan ini sudah disampaikan oleh pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya. Selama bulan suci penuh berkah ini, pihaknya membagi dua program latihan. 

Pertama, program itu dikhususkan untuk para pemain yang menjalani puasa, sementara program kedua diberikan kepada pemain yang tidak melakukan puasa. 

Untuk pemain yang berlatih dalam keadaan puasa, kata Yaya dianjurkan untuk berlatih di sore atau malam hari. Sedangkan pemain yang tidak berpuasa, bisa dengan bebas melakukan latihan kapanpun.

"Perbedaan program latihan antara yang puasa dan tidak itu hanya soal waktu latihan saja. Kami menyarankan, mereka yang puasa berlatih di dua jam sebelum atau setelah berbuka," jelas Yaya.

Yaya berharap program yang diberikan bisa membantu para pemainnya. Terutama dalam menjaga kebugarannya selama menjalani ibadah puasa. 

Sebab kata Yaya, tidak mudah bagi pemain mempertahankan kebugaran kondisi terbaiknya terutama saat menjalani puasa. Terlebih program itu dilakukan secara mandiri di kediamannya dan tidak ada pertandingan yang dijalani setelah Liga 1 2020 mengalami penundaan. 

"Latihan sebelum berbuka lebih bermanfaat. Itu prinsipnya sama dengan hari biasa di luar Ramadan, ketika mereka berlatih pagi tapi tidak sarapan dulu. Nanti ototnya akan lebih bagus," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)