Dituding Positif Covid-19, Anggota DPR Tempuh Jalur Hukum

Dituding Positif Covid-19, Anggota DPR Tempuh Jalur Hukum
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Anggota DPR dari Partai Nasdem Satori meradang. Legislator dari Dapil Cirebon itu tidak terima dinyatakan positif Covid-19 oleh salah satu rumah sakit swasta terkenal di Cirebon. 

Satori pun merasa difitnah salah seorang perawat asal Kabupaten Cirebon yang telah menyebarkan hoaks dirinya positif Covid-19. Alhasil, ditemani kuasa hukumnya, Satori melaporkan kasus tersebut ke Polresta Cirebon.

"Gara-gara saya dinyatakan positif corona, nama baik saya tercemar. Keluarga saya juga ikut tertekan. Padahal saya ini benar-benar negatif. Saya tidak terima dan saya sudah laporkan pihak rumah sakit beserta orang yang menyebarkan hoaks itu ke polisi," kata Satori kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Dia menuturkan, kejadian berawal pada Jumat (17/4/2020) lalu dia ingin melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta di Cirebon karena badannya merasa tidak enak. Setelah diperiksa dokter spesialis dalam, suhu tubuhnya mencapai 39 derajat celcius. Namun setelah diperiksa kembali turun menjadi 36 derajat celcius.

"Kata dokter harus rontgen, ya saya turuti. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa hasil rontgen  kurang bagus sehingga harus dirujuk ke rumah sakit swasta di Jakarta. Tapi sebelum berangkat ke Jakarta, saya periksa  ke dokter spesialis paru yang ada di Kota Cirebon," ungkap Satori.

Namun lanjutnya, khawatir ada apa-apa, istrinya mengajak untuk periksa di rumah sakit RSPP Pertamina Jakarta. Hasilnya, dinyatakan hanya batuk-batuk biasa.  
Namun karena penasaran, dirinya kembali mendatangi RSPAD Gatot Subroto dan hasilnya menunggu esok hari. Akhirnya, malam tersebut dia dan keluarga kembali lagi ke Cirebon.

"Anehnya, sampai Cirebon informasi melalui WA sudah ramai. saya menerima  screenshot-an WA dari salah satu grup, bahwa  saya dinyatakan positif. Katanya berdasarkan hasil scan. Intinya ramai bahwa nama saya disebut sebagai anggota DPR pun dibawa-bawa. Lah, kawan-kawan saya yang kemarin bertemu, ikut dikarantina," jelasnya. 

Paling ironis, dirinya didatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dan menyatakan positif Covid-19. Katanya, kabar tersebut berdasarkan laporan dari salah satu rumah sakit swasta ternama yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Saya dinyatakan positif, ya saya test semua yang berhubungan dengan protokol penyakit corona. Hasinya, saya negatif. Asal tau saja, semua keluarga saya termasuk sopir saya diminta rapid test, hasilnya negatif. Saya benar-benar dirugikan dengan tudingan ini," papar Satori.

Satori menambahkan, ditempuhnya jalur hukum itu dikarenakan vonis dirinya positif Covid-19 membuat beban moral yang sangat luar biasa. Bagaimanapun, saat ini wabah corona menjadi sangat sensitif, dan sangat ditakuti masyarakat. Pihak medis dimintanya jangan gegabah membuat pernyataan sebelum ada tes yang benar-benar valid. (Maman Suharman)