Polisi Bekuk Kawanan LBGT Perempuan Pembunuh Sopir Taksi Online di Pangalengan

Polisi Bekuk Kawanan LBGT Perempuan Pembunuh Sopir Taksi Online di Pangalengan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Polresta Bandung membekuk empat orang perempuan salah satunya masih di bawah umur. Mereka diduga melakukan pembunuhan sadis terhadap seorang pengemudi taksi online. 

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, kasus tersebut bermula dari penemuan mayat laki-laki di sebuah jurang di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 30 Maret 2020 lalu. Diketahui, korban berinisial SBT yang bekerja sebagai sopir taksi online. 

"Setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan empat orang perempuan yang menjadi tersangka pembunuhan tersebut," kata Hendra, Senin (27/4/2020).

Dikatakan Hendra, kronologis pembunuhan tersebut bermula dari dua perempuan memesan taksi online di kawasan Jakarta. Salah satunya merupakan pelaku utama yang masih di bawah umur. Setelah memesan, mereka melanjutkan perjalanan secara offline dengan tujuan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sebelum ke Pangalengan, kedua perempuan tersebut menjemput dua temannya di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor.

"Keempat tersangka ini memiliki hubungan spesial. Mereka kenalan melalui aplikasi berbau LGBT," ujarnya.

Di tengah perjalanan menuju Pangalengan, keempat tersangka ternyata tidak memiliki cukup uang untuk membayar angkos kendaraan yang mencapai Rp1.700.000. Pelaku utama yang masih di bawah umur kemudian mengajak temannya untuk menghabisi korban. Setibanya di kawasan Pangalengan, para pelaku memukul kepala korban menggunakan kunci inggris yang terdapat di dalam mobil korban.

"Kendaraan sempat oleng dan berhenti, tersangka memukul kembali kepala korban sampai tewas," ujarnya.

Kemudian, kata Hendra, jasad korban ditinggalkan di lokasi kejadian. Para tersangka membawa kabur mobil korban. Naasnya, karena kemampuan mengemudi kurang baik, mobil korban mengalami kecelakaan di kawasan Cikalongwetan. Para tersangka kemudian meninggalkan kendaraan tersebut yang masuk ke sebuah jurang.

"Kebetulan di lokasi kejadian ada CCTV. Dari rekaman video tersebut identitas tersangka berhasil diketahui dan kami tangkap," ujarnya.

Dikarenakan perbuatannya, para tersangka terancam hukuman maksimal seumur hidup karena diduga telah melakukan pembunuhan berencana. (Dani R Nugraha)