Bupati Bogor Sebut Dua Faktor yang Bikin PSBB Tak Efektif

Bupati Bogor Sebut Dua Faktor yang Bikin PSBB Tak Efektif
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belumlah dilakukan dengan baik karena tumpang tindihnya peraturan dan rendahnya disiplin masyarakat.

"Penerapan PSBB yang telah dilakukan di wilayah Bogor Depok dan Bekasi (lima kabupaten dan kpta di Provinsi Jawa Barat) berjalan kurang efektif, karena beberapa hal yaitu aturan hukum yang tidak jelas, kontradiktif antara regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat serta rendahnya kesadaran masyarakat," ucap Ade kepada wartawan, Senin (27/4).

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini menerangkan penerapan PSBB di daerah perbatasan DKI Jakarta ini tidak berjalan maksimal dikarenakan kurangnya harmonisasi peraturan di level Kkementerian, misalnya yang berkaitan dengan pembatasan moda transportasi commuter line dan operasionalisasi Industri.

"Ada tumpang tindihnya aturan baik ditingkat pemerintah daerah maupun pusat juga menjadi salah satu alasan penerapan PSBB tidak berjalan dengan baik hingga kita kebingungan menindak para pelanggar Perbup Bogor nomor 16 tahun 2020," terangnya.

Ade menegaskan bahwa kebijakan PSBB masih setengah-setengah hingga lima kepala daerah di Bogor Depok Bejasi (Bodebek) yang berbatasan dengan DKI Jakarta sepakat untuk memperpanjang PSBB dengan mengusulkan waktu pelaksanaan yang sama dan serentak agar memudahkan monitoring dan evaluasi.

"Hari ini usulan kami untuk memperpanjang masa PSBB kami kirim ke Pemprov Jawa Barat, nantinya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan mengirimnya ke Kementerian Kesehatan," tegas Ade.

Ia melanjutkan  bahwa kelima kepala daerah akan tetap mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menghentikan sementara commuter line selama PSBB.

"Kalaupun commuter line tetap beroperasi setidaknya pihak PT Kereta Commutet Indonesia membatasi atau menutup stasiun tertentu dan menyeleksi orang-orang yang akan bepergian dengan menggunakan commuter line. Kami juga akan langsung menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkat kebijakan PSBB agar bisa berjalan lebih baik lagi," lanjutnya. (Reza Zurifwan)