Imunisasi di Puskesmas Saat Wabah COVID-19

Imunisasi di Puskesmas Saat Wabah COVID-19
ilustrasi

INILAH, Bandung-- Pemberian imunisasi pada anak harus tetap dilakukan meski wabah COVID-19 tengah melanda Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan R Vensya Sitohang. Imunisasi harus tetap dilakukan sesuai Surat Edaran Pelayanan Imuisasi pada Anak selama Pandemi Corona Virus Disease 2019.

"Imunisasi harus tetap dilakukan meski saat ini pandemi COVID-19 tengah melanda Indonesia. Ada beberapa tata cara yang bisa disimak ketika mengunjungi puskesmas untuk melakukan imunisasi," kata Vensya saat temu media melalui virtual meeting, Jakarta, Senin, (27/04/2020).

Apabila kegiatan pelayanan imunisasi dilaksanakan di puskesmas, maka harus dilakukan dengan menjalankan prinsipsocial distancing, sebagai berikut:

a. Puskesmas mengatur pemisahan area pelayanan imunisasi dan pelayanan anak sakit

b. Puskesmas dapat juga mengatur jadwal atau hari khusus untuk pelayanan imunisasi agar terpisah dari pelayanan anak atau orang dewasa sakit

c. Pelayanan dilakukan dalam ruangan cukup besar dengan sirkulasi udara dua arah yang baik

d. Memastikan area tempat pelayanan imunisasi dibersihkan sebelum dan sesudah pelayanan sesuai dengan prinsip pencegahan penularan infeksi

e. Menyediakan wastafel dan sabun untuk mencuci tangan atau cairan disinfektan bagi orangtua pengantar dan yang lainnya sebelum masuk ke ruang tunggu dan area pelayanan imunisasi

j. Kader membantu mendata sasaran imunisasi agar waktu kunjungan ke Puskesmas dapat diatur dengan baik dan tidak menumpuk di ruang tunggu (jumlah maksimal orangtua atau pengantar dan sasaran menyesuaikan kapasitas ruangan dengan memastikan jarak minimal antar orang 1 meter)

g. Kader membantu memastikan bahwa sasaran imunisasi dan orangtua pengantar dalam keadaan sehat serta menghimbau agar bagi yang sakit untuk menunda waktu kunjungan ke
Puskesmas

h. Menyediakan ruang tunggu terpisah untuk orangtua/pengantar dan anak yang sudah disuntik untuk menunggu (selama 30 menit sesuai prinsipsafety injection) dengan tetap menjalankan prinsip social distancing jumlah maksimal orangtua/pengantar dan sasaran menyesuaikan kapasitas ruangan dengan memastikan jarak minimal antar orang satu meter)

i. Mensosialisakan dan menjalankan prinsipuniversal precautionpencegahan COVID-19 seperti cuci tangan pakai air dan sabun, etika batuk bersin dan imbauan agar yang sakit tidak datang ke Posyandu

j. Petugas kesehatan menggunakan APD yang sesuai (inilah.com)