Putus Mata Rantai Covid-19, 30 Karyawan PT CCH Jalani Rapid Test

Putus Mata Rantai Covid-19, 30 Karyawan PT CCH Jalani Rapid Test
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin. (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Sebanyak 30 orang karyawan PT CCH Indonesia di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menjalani rapid test di RSUD Cililin, Senin (27/4) kemarin.

Hal tersebut dilakukan usai salah seorang karyawannya positif terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin mengatakan, terkait pelaksanaan rapid test di perusahaan yang ada di KBB,  pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB.

"Sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan rapid test ke dinas dan telah ditindaklanjuti oleh Komisi IV. Untuk rapid test perusahaan akan bekerjasama dengan Dinkes untuk pelaksanaan teknisnya," katanya kepada INILAH, Selasa (28/4/2020).

Iing menuturkan, rapid test akan dilakukan secara mandiri dan bertahap oleh masing-masing perusahaan, misal di PT CCH ada sekitar 1442 karyawan. Meskipun beroperasi, lanjut Iing, perusahaan wajib menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Corona Virus Disease 2019.

"Untuk perusahaan yang beroperasi sudah ada edaran dari Menperin RI, yang paling penting mereka harus melaksanakan protokol-protokol kesehatan. Saya yakin di perusahaan sudah ada SOP masing-masing," tuturnya.

Iing mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT CCH tentang sejauh mana langkah yang diambil oleh dinas dan perusahaan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perusahaannya.

"Kemarin sudah koordinasi dengan PT CCH, yang bersentuhan langsung dengan karyawan yang dinyatakan positif ada sekitar 30 orang, 26 orang diantaranya sudah di rapid test kemarin (27/4). Sedangkan 4 orang lagi hari ini, sekaligus dengan test swab bagi buruh yang positif Covid-19," ujarnya.

Menurut Iing, dalam menyelesaikan masalah ini, paling utama seluruh perusahaan harus melakukan rapid test mandiri secara bertahap. Alatnya disiapkan oleh perusahaan dan teknisnya dilakukan oleh dinkes agar pelaksanaan akurat.

"Untuk masyarakat, laksanakan protokol sesuai dengan yang telah diimbau oleh Kemenkes, Gubernur, dan Pemda KBB agar pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai," ujarnya.

Iing menegaskan, bagi perusahaan yang tidak mematuhi peraturan, sudah pasti ada sanksi, yang berhak menutup perusahaan yang mengeluarkan izin membuka perusahaan tersebut. "Mudah-mudahan ini merupakan korban terakhir, dan karyawan tersebut hasil tes swab-nya negatif," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Personalia PT CCH, Feri Sofwan Mudoffar mengakui pihaknya telah menjalankan protokoler kesehatan sesuai dengan yang telah diutarakan Disnakertrans dan Dinas Kesehatan KBB. "SOP sudah kita jalankan sejak bulan Februari, pas ada Covid-19," ujarnya.

Feri memaparkan, prosedur ketat, penerapan social distancing untuk keamanan dan penyemprotan disinfektan sudah dilaksanakan secara keseluruhan. Kendati demikian, pihaknya tidak tahu mengapa salah seorang karyawannya bisa positif terkena virus Covid-19.

"Kita sedikit khawatir pada saat yang bersangkutan di-interview, pernah berhubungan dengan siap di luar tempat kerja?, dan dia mengaku tidak pernah ketemu orang dari luar atau berinteraksi di luar tempat kerjanya," paparnya.

Lebih jauh Feri menjelaskan, awalnya pada Kamis (23/4) pagi. Seluruh karyawan melakukan cek suhu, dan suhu karyawan tersebut masih normal. Namun, kata dia, begitu istirahat, suhu tubuhnya mencapai 38 derajat. "Kami menyuruhnya pulang dan meminta agar dia melakukan pengecekan ke dokter, karena suhunya di atas normal. Hari Jumat, dia tidak masuk, hari Sabtu dapat kabar dari RSUD bahwa dia positif," jelasnya.

Untuk 30 orang yang sempat bersentuhan langsung dengan karyawan positif tersebut, Feri menjelaskan, Sabtu (25/4) usai mendapat info dari RSUD Cililin bahwa karyawan tersebut positif terpapar Covid-19. Pihaknya langsung konfirmasi dengan dokter perusahaan dan menghubungi atasan masing-masing untuk mendata orang yang bersentuhan langsung, lalu muncul nama sebanyak 30 orang dan segera melaporkan ke pemilik perusahaan.

"Senin kemarin 26 dari 30 orang yang didugi terkena virus Covid-19 sudah di-rapid test, dan hasilnya mereka semua negatif," jelasnya.

Feri mengaku, PT CCH masih beroperasi dengan normal. Kendati demikian, pihaknya telah memberikan edukasi tentang protokol-protokol kesehatan yang harus di patuhi oleh seluruh karyawan selama pandemi Covid-19 ini terjadi. "Di PT CCH semua melakukan meeting dan menjelaskan usaha kita sebagai perusahaan untuk menyelamatkan karyawannya," ujarnya.

Feri berharap hasil tes swab salah seorang karyawannya tersebut negatif agar tidak ada  prasangka masyarakat terhadap karyawan tersebut dan keluarganya. "Terkait operasional yang 30 orang, saya akan berkonsultasi dengan dokter perusahaan. Kemudian menunggu hasil tes swab dari karyawan terpapar Covid-19 tersebut," ujarnya. (agus sn)