Sayur Kacang Merah, Menu Andalan Umuh di Bulan Ramadan

Sayur Kacang Merah, Menu Andalan Umuh di Bulan Ramadan
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Sayur kacang merah, tetap menjadi andalan Umuh Muchtar dalam menjalani ibadah puasa setiap tahunnya. Termasuk dengan tahun ini.

Pria yang menjabat sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini mengatakan sayur kacang merah ini harus selalu tersedia. Sebab ini merupakan makanan favoritnya. 

"Saya suka sama sayur kacang. Favorit saya. Tapi tidak setiap hari juga. Paling dari satu minggu, bisa dua sampai tiga kali sayur kacang merah itu ada," kata Umuh. 

Meski demikian, Umuh mengatakan sayur kacang merah itu harus merupakan racikan sang istri tercinta. Sebab rasanya sudah tak asing di lidahnya. 

"Ibu (istri) juga suka bikin gudeg. Tapi yang paling favorit sehari-hari ya karedok leunca sama ikan asin. Itu paling nikmat," ungkapnya. 

Umuh mengaku sudah merasa sangat senang dan bahagia apabila sang istri memberikan menu makanan itu selama menjalani ibadah puasa. Sayur kacang, karedok leunca disertai ikan asin. 

"Kalau dengan masakan lain, saya tidak bisa makan banyak. Kalau makan sama karedok leunca, ikan asin dan sayur kacang, bisa banyak makannya. Terutama ditambah sambal ibu yang bikin. Selain Ibu, gak bisa makan. Ada resep khusus," tuturnya. 

Umuh mengaku tak pernah banyak permintaan terutama soal makanan yang harus disantap. Baik makanan untuk berbuka puasa atau makanan untuk disantap saat sahur.

"Saya gak pernah rewel. Kasihan juga sama yang masak. Saya cuma minta sayur kacang, apalagi kalau pakai daging. Ditambah karedok leunca, ikan asin. Itulah kenikmatan hidup," katanya.

Namun demikian, Umuh merasa ada yang kurang dengan ibadah puasa di tahun ini. Sebab kegiatannya mengalami keterbatasan termasuk untuk bertemu dengan anak dan cucunya akibat wabah virus Corona (Covid-19). 

"Biasanya kumpul sama anak, cucu, menantu, makan bersama di awal-awal puasa. Tahun ini merasa hilang dan tidak mungkin kita paksakan. Tapi tidak apa-apa, karena ini demi kesehatan semua, keluarga terutama anak dan cucu," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)