Bima Bakal Tindak Tegas Pelanggar PSBB

Bima Bakal Tindak Tegas Pelanggar PSBB
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya berjanji akan menindak tegas pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor. Tindakan itu diambil karena banyak evaluasi dari pelaksanaan 14 hari PSBB kemarin.

Dia menegaskan, semua dinas terkait pastikan PSBB berjalan dengan baik tanpa pelanggaran karenanya kita ke pasar dan akan sidak kalau ada yang melanggar akan dicabut izinnya.

"Semakin masyakarat patuh, semakin cepat kita melalui ini. Bagi warga yang dapurnya tidak ngebul, Pemkot Bogor menyalurkan bantuan untuk 23.000 warganya dan bantuan lainnya. Saya titip ke lurah dan camat jangan sampai yang makmur mendapat bantuan sementara yang tidak mampu tidak terdata serta tidak mendapatkan bantuan," kata Bima kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Bima melanjutkan, untuk bantuan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non-DTKS, dia mengaku hari ini bagi penerima non-DTKS ada beberapa yang sudah dikucurkan.

"Ini urusan dapur hidup mati dan ini jangan main-main, camat, lurah dan RT juga RW. Camat dan lurah dievaluasi satu bulan, kalau tidak ke lapangan akan dicopot," terangnya.

Bima juga menegaskan, pihaknya akan melakukan test rapid ataupun swab bagi masyarakat diareal publik, untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Jadi untuk rekomendasi akan dilaksanakan swab test bagi masyarakat.

"Swab lebih akurat, akan dipasang tempat-tempat cek swab untuk mengecek warga. Ke pak wakil Dedie A Rachim distasiun Bogor sudah memantau pelaksanaan swab test, besok di pasar-pasar dan tempat lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Alma Wiranta mengatakan permohonan perpanjangan PSBB di Kota Bogor dimaksudkan untuk melanjutkan setelah masa inkubasi terpanjang 14 hari. Selain itu, permohonan itu pun mengikuti masa perpanjangan PSBB DKI Jakarta sampai 22 Mei 2020.

"Pemkot Bogor mengajukan usulan perpanjangan selama 14 hari sejak tanggal 29 April 2020 sampai dengan 22 Mei 2020," ungkap Alma kepada wartawan di Balai Kota Bogor.

Alma menegaskan, pada Senin (27/4/2020) kemarin surat sudah dikirimkan ke Gubernur Jawa Barat. Kabarnya, permohonan itu diteruskan ke Kementerian Kesehatan. Pengajuan perpanjangan itu bersama empat daerah lainnya yaitu Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

"Nah, hari ini jika persetujuan turun akan kami tindak lanjut dengan Keputusan Walikota tentang Perpanjangan Jangka Waktu PSBB," pungkasnya. (Rizki Mauludi)