Jadi Indikator Keberhasilan PSBB, 4.040 Warga KBB Jalani Rapid Test

Jadi Indikator Keberhasilan PSBB, 4.040 Warga KBB Jalani Rapid Test
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 KBB, Agus Ganjar H. (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Sebanyak 4.040 warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti rapid test sebagai implementasi dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di KBB.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 KBB, Agus Ganjar H mengatakan, rapid test dilaksanakan sejak Senin (27/4) kemarin. Berlokasi di 20 tempat di 18 puskesmas.

"Data yang kami terima per tanggal kemarin hingga pukul 14.45 WIB, jumlah yang diperiksa ada 873 orang, jumlah negatif 846 orang, 25 orang positif dan 2 orang invalid," katanya kepada INILAH, Selasa (28/4/2020).

Agus menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, metode yang diterapkan dalam rapid test ini tidak menggunakan drive thru. Namun, lanjut dia, masyarakat diundang ke satu tempat, kemudian petugas kesehatan sudah berjaga di lokasi tersebut.

"Kami beri jadwal, misal dari nomor 1-10 mulai dari pukul 08.00-09.00 WIB dan seterusnya. Tujuannya untuk menjaga physical distancing, sudah pasti ini syarat atau protokol kesehatan sekaligus perhatian tim medis dalam melakukan rapid test di wilayah KBB," jelasnya.

Agus menjelaskan, pada prinsipnya rapid test adalah tes awal, namun bukan dalam arti pasien positif dalam rapid test terpapar Covid-19. Kendati demikian, ada tes-tes berikutnya yang akan dilaksanakan Dinkes.

"Untuk sementara waktu, yang dinyatakan positif melalui rapid test ini berada dalam pemantauan tim medis dan di wajibkan untuk melakukan isolasi secara mandiri," jelasnya.

Agus menerangkan, total rapid test di KBB sebanyak 4040 unit, dilaksanakan mulai tanggal 27-28 April. Namun, kata dia, masih ada satu puskesmas yang melakukan rapid tes di tanggal (29/4), tepatnya di Lembang kemungkinan karena keterbatasan personil.

"Untuk pelaksanaan rapid test ini, sisanya pada hari ini di beberapa puskesmas, dari 24 puskesmas baru 18 yang melakukan rapid test, namun titiknya bisa di kantor desa, balai RW, dan puskesmas," terangnya.

Menurut Agus, sejauh ini belum ada laporan tentang kendala dalam pelaksanaan rapid test. Dinas kesehatan,lanjut dia, telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur kecamatan, bahwa pelaksanaan rapid test ini dilaksanakan secara terjadwal. Hal tersebut tidak terlepas dari peran RT/RW dan desa yang menjadi faktor pendukung keberhasilan rapid test di KBB.

"Alat yang digunakan adalah pengadaan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, yakni sebanyak 4.000 alat rapid test," ujarnya.

Agus menambahkan, rapid test dilakukan secara serentak pada tanggal 27-28 April 2020, karena di KBB ini sedang dilaksanakan PSBB. Salah satu indikator keberhasilan PSBB itu adalah melaksanakan tes masif secara massal kepada sasaran-sasaran yang menjadi prioritasnya.

"Tes masif massal ini prioritasnya masuk dalam kategori A, yaitu, PDP, Positif dan orang-orang terdekat sekitar pasien positif sendiri," tandasnya. (agus sn)