Polisi: Kedisiplinan Warga Kota Bandung saat PSBB Meningkat

Polisi: Kedisiplinan Warga Kota Bandung saat PSBB Meningkat
Foto: INILAH/Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berlangsung satu pekan. Kedisiplinan masyarakat akan aturan PSBB, dinilai membaik.

Hal itu disampaikan, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya saat ditemui usai memberikan bantuan sembako, di kawasan Cikutra, Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, kedisiplinan masyarakat Kota Bandung akan aturan PSBB semakin membaik. Bahkan, penggunaan masker pun sedikit demi sedikit sudah seperti menjadi kewajiban bagi masyarakat.

"Secara disiplin, secara langsung ada peningkatan. Yang jelas kalau dari masyarakat itu sendiri, untuk masker kita lihat mereka sudah menjadi kewajiban," ucap Ulung.

Ulung menyebutkan, berdasarkan pengamatan di sejumlah titik cek poin PSBB, kedisiplinan masyarakat akan aturan berkendara pun sudah membaik. Hal itu terbukti dengan sedikitnya pelanggaran terkait kendaraan roda dua yang berboncengan.

"Untuk yang berboncengan, sudah banyak mereka yang sendiri-sendiri. Artinya khusus Kota Bandung ini udah banyak peningkatan sekali," ungkap Ulung.

Meski begitu, Ulung menambahkan, memang masih terdapat beberapa masyarakat yang tidak disiplin dalam penggunaan sarung tangan saat berkendara. Pelanggaran jenis tersebut masih kerap kali ditemukan di sejumlah titik cek poin PSBB.

"Untuk sarung tangan, masih banyak teguran, mungkin belum terbiasa," ungkap Ulung.

Saat disinggung terkait masih ramainya arus lalu lintas di Kota Bandung. Ulung mengungkapkan, kendaraan yang melintas di ruas jalan Kota Bandung didominasi oleh kendaraan yang berasal dari Kabupaten Bandung.

"Di kota bandung ini terlihat ramai itu aktivitas masyarakat dari kabupaten yang melintas ke kota bandung dan keluar lagi," ujar Ulung.

Ulung menambahkan, untuk aktivitas masyarakat Kota Bandung sendiri sudah mulai berkurang. Penurunan aktivitas ini terlebih saat dilakukan PSBB.

"Khusus Kota Bandung-nya, aktivitas masyarakat sudah sangat berkurang, apalagi dengan adanya penekanan dari aktivitas masyarakat itu, misalnya patorli dan jalur tutup buka," pungkas Ulung. (Ridwan Abdul Malik)