Ini Cara Jitu Zalnando Usir Kejenuhan

Ini Cara Jitu Zalnando Usir Kejenuhan
persib.co.id

INILAH, Bandung - Fullback Persib Bandung, Zalnando akui sudah merasa mengalami kejenuhan dengan kegiatan yang dilakukan selama pandemi virus Corona (Covid-19). 

Sebab wabah yang berawal dari Wuhan, China itu sudah membatasi pergerakannya dalam melakukan aktivitas seperti biasanya. 

Bahkan, Zalnando pun harus melakukan latihan secara mandiri di kediamannya. Tentu hal itu membuat kejenuhannya semakin bertambah. 

Karena itu, tak jarang Zalnando kerap mengunjungi kediaman rekan setimnya Abdul Aziz Lutfi Akbar. Tak hanya untuk bersilaturahmi, namun juga mengajaknya berlatih bersama agar menghilangkan kejenuhan.

"Kadang kalau latihan sendiri jenuh. Dan patner saya latihan memang bareng Aziz. Komunikasi paling dekat sama Aziz. Terus ada teman sparing patner latihannya lebih intens," ungkap Zalnando. 

Meski demikian, program latihan yang diberikan kata Zalnando, tetap harus sesuai dengan apa yang diinstruksikan pelatih. Sebab manfaatnya begitu besar. 

"Programnya nyari-nyari sama ada juga ngambil dari latihan Persib, bikin sirkuit training di tempatnya Aziz," tuturnya. 

Pemain asal Kota Cimahi ini akui intensitas latihan yang dilakukan akan mengalami perbedaan dibandingkan saat berlatih bersama tim. Namun dia berusaha mengatur ritme latihan dengan baik. 

"Sayang juga kalau latihan dari tim tidak dilanjutkan. Makanya saya jalani latihannya secara serius," tegasnya. 

Karena itu, Zalnando berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga seluruh kegiatan bisa dilakukan seperti biasanya, termasuk dengan gelaran kompetisi Liga 1 2020 yang baru berjalan tiga pertandingan. 

"Wabah ini membuat kegiatan dan aktivitas terhambat, membuat masyarakat cemas untuk berinteraksi. Semoga ini wabah ini cepat terselesaikan karena kita juga kan harus kembali menjalani aktivitas secara normal lagi. Kita ikuti prosedur dari pemerintah, karena pemerintah ingin memberikan yang terbaik untuk rakyatnya, maka kita harus mendukung. Stay at home," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)