Terlilit Pinjol, Pemuda di Bandung Nekat Aniaya dan Gadaikan Mobil Milik Lansia

Terlilit Pinjol, Pemuda di Bandung Nekat Aniaya dan Gadaikan Mobil Milik Lansia
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Seolah tidak memiliki rasa perikemanusiaan, Agus Prayitno (28) tega menganiaya dua lansia Siti Kisnani alias Nani (62) dan Suhartati (78). Selain itu, Agus juga menggadaikan mobil dan merampas telepon genggam milik korban lansia tersebut.

Aksi penganiayaan beserta pencurian itu dilakukan di kediaman korban di Jalan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung pada Minggu (12/4/2020) lalu.

Kejadian tersebut berawal dari Agus yang terlilit utang pinjaman online (Pinjol) sebesar Rp9 juta. Utang itu berasal dari lima aplikasi pinjol yang kerap digunakan Agus saat membutuhkan dana.

Agus yang gelap mata, kemudian melakukan penyewaan mobil kepada korban Nani pada 8-12 April. Namun, karena terdesak Agus nekat menggadaikan mobil milik Nani untuk membayar utangnya.

"Mobilnya saya gadaikan Rp10 juta untuk membayar pinjol karena utang saya sudah Rp9 juta," ucap Agus saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Rabu (29/4/2020).

Kemudian, seolah tidak puas telah menggadaikan mobil milik korban Nani. Agus berserta temannya Imam mendatangi rumah para lansia tersebut untuk melakukan pencurian.

Namun, aksi Agus pun diketahui Nani pemilik rumah. Entah apa yang ada dipikirannya, bukannya melarikan diri, Agus dan Imam malah melakukan penganiyaan secara brutal kepada kedua lansia tersebut.

"Hari Minggunya 12 April pagi, saya kepikiran ambil emas dan barang berharga lain di rumah ibu. Tapi ketahuan sama si ibu, si ibunya teriak, Iya, karena panik, saya pukul," ujar Agus.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu korban Nani mengaku kaget dan syok atas perbuatan Agus. Pasalnya, Agus kerap kali dipekerjakan untuk bekerja serabutan.

Lebih lanjut, Nani mengungkapkan, pada saat kejadian dirinya tidak mengetahui siapa pelaku yang menganiayanya. Pasalnya, saat beraksi Agus dan Imam menggunakan helm agar tidak dikenali.

"Saya enggak tahu itu siapa. Begitu keluar kamar mandi, saya dipukuli ke lantai, dicekik," ungkap Nani.

Usai melakukan aksi sadisnya, Agus kabur bersama Imam sambil membawa ponsel korban. Pelarian Agus pun tercium oleh Sat Reskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Galih Indragiri.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, Agus bersama Imam akhirnya ditangkap di kawasan PH Mustofa pada Selasa (28/4/2020) kemarin. Dikarenakan berusaha melawan petugas Agus dan Imam pun dihadiahi timah panas petugas yang bersarang di kaki mereka.

"Pada saat ditangkap dia melakukan perlawanan, sehingga di tembak," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya.

"Atas perbuatannya, Agus dan Imam kini mendekam di jeruji besi Mapolrestabes Bandung. Keduanya dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman mencapai 9 tahun pidana. (Ridwan Abdul Malik)