16 Kecamatan di Bogor Masuk Zona Merah Covid-19

16 Kecamatan di Bogor Masuk Zona Merah Covid-19

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor melansir sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk zona merah penyebaran Covid-19. Penambahan daftar zona merah tersebut menyusul ditetapkannya Kecamatan Parung sebagai daerah baru zona merah.

Penetapan Kecamatan Parung, sebagai  zona merah penyebaran wabah virus corona (Covid 19), merujuk pada penambahan satu pasien positif Covid-19 di  Kecamatan Parung.

"Hari ini ada 1 orang terkonfirmasi positif wabah virus corona yaitu perempuan berusia 37 tahun asal Kecamatan Parung, dengan adanya kasua ini maka Kecamatan Parung masuk ke dalam zona merah penyebaran wabah virus corona," ujar Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (29/4).

Ibu dua orang anak ini menerangkan, sebanyak 16 kecamatan yang masuk zona merah penyebaran wabah virus corona ialah Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, Citereup, Babakan Madang, Cibinong, Bojonggede, Parung, Ciseeng, Kemang, Tajur Halang, Gunung Sindur, Parungpanjang, Ciampea, Ciomas, Tamansari dan Leuwisadeng.

"Dengan adanya tambahan 1 kasus diatas, maka jumlah warga yang terkonfirmasi posirif wabah virus corona ada 114 kasus, dimana 13 orang sudaah sembuh, 11 orang dinyatakan telah meninggal dunia dan 90 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Dari 16 kecamatan aymg masuk zona merah, kasus terbanyak di Kecamatan Gunung Putri dan Cileungsi dimana ada 18 dan 17 kasus," terangnya.

Ade menuturkan untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) ada 317 orang, sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  ada 455 orang, jumlah ini meningkat dari sehari sebelumnya. "Kemarin jumlah ODP ada 310 orang dan hari ini meningkat menjadi 317 orang, selain itu jumlah PDP juga mengalami hal yag sama dimana sebelumnya ada 440 orang hari ini bertambah menjadi 445 orang," tutur Ade.

Politisi PPP ini menambahkan, ada tambahan PDP yang meninggal dunia dari sebelumnya 22 orang menjadi 27 orang, kelima PDP tersebut ialah perempuan berusia 2 bulan asal Kecamatan Cibungbulang, laki - laki usia 7 hari asal Leuwisadeng,   laki - laki usia 55 tahun asal Jonggol, laki - laki usia 27 tahun dan laki - laki usia 52 tahun asal Leuwiliang. (Reza Zurifwan)