Warga Terancam Sulit Makan Pempek

Warga Terancam Sulit Makan Pempek
INILAH, Palembang – Harga ikan gabus giling bahan baku utama pempek makanan khas Palembang, sejak beberapa bulan terakhir terus bergerak naik.
 
Pemilik usaha Pempek Sodop kawasan Jalan Bidar Kampus POM IX Palembang Fakhlani mengeluhkan terus bergerak naiknya harga ikan gabus bahan baku utama pembuatan makanan khas warga Bumi Srwijaya itu.
 
“Ikan gabus dalam dua bulan terakhir bergerak naik dari Rp65.000 per kilogram naik bertahap menjadi Rp85.000/kg, 100.000/kg dan kini mencapai Rp120.000/kg,” kata Fakhlani di Palembang, Minggu (20/1/2019).
 
Selain harganya melonjak, stok ikan gabus di pasaran terbatas sehingga sering terjadi kekosongan barang dan ketika ada barang tidak bisa membeli dalam jumlah besar untuk persediaan beberapa hari ke depan karena berbagi dengan pengusaha pempek lain dan masyarakat umum.
 
Kondisi tersebut cukup menyulitkan karena selain harus mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar juga membuat dirinya harus berkeliling ke sejumlah pasar untuk mendapatkan ikan gabus dalam jumlah banyak sesuai dengan kebutuhan usahanya.
 
Melihat kondisi tersebut sering terjadi setiap tahun ketika musim hujan dan air sungai pasang, diharapkan ada solusi yang diupayakan pemerintah kota setempat untuk menjaga pasokan ikan gabus tetap stabil dalam kondisi cuaca apapun di sepanjang tahun, kata pengusaha pempek itu.
 
Sementara pedagang ikan di pasar tradisional Sekip Ujung, Suwandi, menjelaskan harga ikan gabus sekarang ini melonjak hingga Rp120.000/kg.
 
Melonjaknya harga ikan gabus sekarang ini dipengaruhi pasokan ikan ke pasar tradisional tersebut berkurang sementara permintaan tetap tinggi.
 
Pasokan ikan dari sejumlah daerah sekitar Palembang ke pasar ini terbatas dan cenderung menurun, kondisi tersebut mendorong harga bahan baku pempek terus bergerak naik, kata pedagang ikan.