Sepekan PSBB Kab Bandung, 37 Orang Positif Terpapar Virus Corona

Sepekan PSBB Kab Bandung, 37 Orang Positif Terpapar Virus Corona
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH,Bandung- Sepekan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bandung, sebanyak 37 orang warga dinyatakan positif terpapar virus corona (covid-19). Sementara itu ada 25 kasus aktif, tujuh orang sembuh dan lima orang meninggal dunia.

Juru bicara Gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman mengatakan, selama sepekan pemberlakuna PSBB di Kabupaten Bandung dan Bandung Raya, jumlah warga yang terpapar virus corona memang setiap harinya ada penambahan kasus. Namun demikian, jumlahnya tidak naik secara signifikan. Ini menunjukan adanya dampak positif dari diberlakukannya PSBB.

"Kalau dilihat dari hari pertama PSBB pada Rabu 22 April lalu memang setap harinya ada penambahan jumlah. Tapi Alhamdulilah penambahan setiap harinya enggak terlalu signifikan," kata Yudi saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (30/4/2020).

Dikatakan Yudi, selama pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bandung, khususnya di 17 cek poin pemeriksaan, jumlah kendaraan yang masuk jauh berkurang dari biasanya. Namun demikian, ia mengakui jika kedisiplinan masyarakat Kabupaten Bandung masih rendah. Ini terlihat dari masih banyaknya titik titik kerumunan masyarakat. Termasuk di daerah yang masuk kedalam tujuh kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah yang diberlakukan PSBB.

"Memang masyarakat masih banyak yang berkerumun. Termasuk di daerah yang masuk kedalam tujuh kecamatan PSBB. Kalau di daerah yang masuk kedalam PSBB itu selain ada cek poin, ada juga patroli keliling untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun," ujarnya.

Yudi melanjutkan, selama sepekan pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bandung dan Bandung Raya, ia belum bisa memastikan apakah PSBB ini berhasil atau tidak. Termasuk soal perpanjangan PSBB seperti yang dilakukan beberapa daerah lainnya.

"Kalau untuk perpanjangan PSBB itu harus ada kajian Bandung Raya. Seperti kajian soal kedisplinan masyarakat, apakah masih pada bandel dan masih banyak berkerumum. Kemudian apakah ada penambahan PDP selama PSBB itu atau tidak. Itu kajiannya harus dilakukan bersama di Bandung Raya," katanya. (rd dani r nugraha).