Pandemi Dahulu, Wajah Sepak Bola Kemudian

Pandemi Dahulu, Wajah Sepak Bola Kemudian
Antara Foto

INILAH, Jakarta- Dalam salah satu episode serial petualangan ruang angkasa televisi era 1980-an, "Buck Rogers", ada adegan menggelikan untuk kebanyakan pemirsa televisi Indonesia yang waktu itu cuma mengenal TVRI.

Adegan itu adalah saat pentas olahraga antar-galaksi yang tak dihadiri satu pun penonton. Hanya sorak sorai penonton sejagat yang ditransmisikan secara elektronis ke dalam stadion sehingga stadion seolah penuh penonton.

Ide menggelikan itu tercetus 20 tahun sebelum internet menjadi kebutuhan primer kebanyakan manusia era ini dan tiga sampai empat dekade sebelum smartphone, media sosial dan transmisi video sudah sedemikian massal seperti saat ini terjadi.

Ketika pandemi virus corona baru yang seketika memadamkan hampir semua kompetisi olahraga, termasuk sepak bola, ide "Buck Rogers" 40 tahun silam itu agaknya menjadi tak terlalu menggelikan lagi, paling tidak untuk era virtual di mana kecerdasan buatan bakal mendominasi zaman kemudian.

Salah satu sebab tidak terlalu menggelikan lagi ide "Buck Rogers" itu adalah apa yang ditempuh sebuah klub sepak bola Denmark, Midtjylland.

Mengantisipasi bukanya lagi musim yang tertunda oleh pandemi penyakit COVID-19 yang diakibatkan virus corona baru, Midtjylland mengakali format pertandingan tanpa penonton dengan memasang layar-layar raksasa di lahan parkir stadion MCH Arena yang menjadi markas klub Liga Super Denmark itu.

Layar-layar raksasa ini memungkinkan orang tak perlu masuk stadion untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Mereka juga tak harus melanggar aturan jaga jarak sosial hanya demi menyaksikan ramai-ramai sebuah pertandingan sepak bola.