Kota Cimahi Bakal Punya Lokasi Swab Test

Kota Cimahi Bakal Punya Lokasi Swab Test

INILAH, Cimahi- Harapan Pemkot Cimahi untuk memiliki tempat uji swab/Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Cimahi bakal terwujud, seiring terbukanya kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas labolatorium milik Labolatorium Analis Kesehatan Poltekkes Bandung.

Labolatorium yang berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu terletak di Jalan Babakan Loa, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, bakal dijadikan tempat swab test Corona Virus Disease (Covid-19).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Lisyarini mengungkapkan, keberadaan Lab Poltekkes tersebut sudah dipaparkan kepada Wali Kota Cimahi. Jika melihat sarana dan prasarana, tempat tersebut siap untuk menjadi lokasi swab test Covid-19. "Kalau lihat peluangnya besar, alat-alatnya kita tidak perlu menambah lagi. Saat ini Poltekkes mengajukan ke Kemenkes untuk menambah alat," katanya saat dihubungi, Rabu (30/4/2020).

Menurutnya,  lab Poltekkes sudah disupervisi oleh Labkesda Jawa Barat sehingga laik untuk jadi tempat uji swab. Hanya yang dibutuhkan saat ini tinggal menyiapkan ruangan tekanan negatif. "Itu yang butuh supaya tidak terjadi penularan keluar. Seminggu diperkirakan dia (Poltekkes) siap. Kalau sudah ada (tekanan negatif), udah bisa jalan," jelasnya.

Munculnya Labolatorium Poltekkes sebagai tempat uji swab Covid-19 berdasarkan hasil penjajakan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Setelah berkomunikasi dengan pihak Poltekkes, terang Rini, dari segi peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka sudah siap melakukan uji swab/PCR.

Dikatakan Rini, penjajakan tempat uji lab itu dilakukan sebab tempat uji swab pasien Covid-19 yang ada di Bandung Raya saat ini sangat terbatas dan membutuhkan waktu lama hingga hasil ujinya keluar. Selama ini Pemkot Cimahi mengirim uji swab-nya ke Labkesda Jabar. "Saat ini terus terang data yang kami terima itu terlambat. Paling lama itu 16 hari baru kita dapat haislnya. Yang terakhir sekitar 10-11 hari kita baru nerima," ungkap Rini.

Rini menjelaskan, setelah Labolatorium Poltekkes beroperasi, diyakini akan mempercepat swab test pasien. Sebab, dalam sehari bisa memeriksa hingga 200 sampel dengan waktu maksimal 4 jam hingga keluar hasilnya.

Selain itu, lanjut Rini, tracing Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak lagi menggunakan rapid test. "Jadi kalau udah ODP-PDP langsung swab," ucapnya.

Rini melanjutkan, swab diyakini bakal mempercepat pemutusan Covid-19. Sebab, begitu hasilnya diketahui maka penanganan selanjutnya bisa dilakukan. "Apakah harus dirawat di rumah sakit, atau masih bisa isolasi mandiri di rumah. Swab ini tidak hanya penegakan diagnosa, tapi sampai nanti menyatakan sembuh, kan minimal 2 kali swab," beber Rini.

Ia berharap Labolatorium Poltekkes itu bisa digunakan sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 6 Mei mendatang. (ahmad sayuti)