Pemkot Bogor Klaim Data JPS Valid

Pemkot Bogor Klaim Data JPS Valid
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta menegaskan, data penerima jaring pengaman sosial (JPS) Covid-19 di Kota Bogor dipastikan akurat. Selain berlandaskan usulan dari bawah, pendataan mengacu pada rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kepada Pemerintah Daerah di Jawa Barat yang melaksanakan PSBB dengan surat Nomor 033/TUA/IV/2020 tertanggal 13 April 2020.

Dia menjelaskan, saat ini ramai pemberitaan tentang karut-marut pendataan JPS di Kota Bogor. Menurutnya, pemberian bantuan kepada warga yang terdampak di Kota Bogor berdasarkan pada prinsip non diskriminasi melalui dua arah, yaitu pendataan dari lemerintah dan pendataan berbasis dari masyarakat bawah ke atas atau bottom up, sehingga dipastikan oleh Pemkot Bogor  bahwa masyarakat yang paling miskin dinilai layak dibantu karena sesuai kategori penilaian dalam pemberlakuan PSBB.

"Oleh karenanya data yang sudah clean and clear sebagaimana disampaikan oleh Pemkot Bogor pada tanggal 26 April 2020 adalah hasil pendataan yang terekam dari laporan masing-masing kecamatan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, selanjutnya dituangkan dalam produk hukum Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 027.45-312 tentang Penerima Bantuan Tunai dalam rangka JPS akibat bencana Covid-19 (non DTKS) yang disebutkan tegas sebanyak 19.904 KK adalah dalam rangka mengantisipasi kekisruhan data," kata Alma, Jumat (1/5/2020).

Alma menegaskan, semua data transparan disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya. Secara total, penerima bantuan itu sebanyak 159.162 KK yang mendapat bantuan sebagai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Rinciannya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 41.845 KK dan program perluasan sembako sebanyak 24.183 KK, nilainya Rp200 ribu dikali sembilan bulan. Selanjutnya, dari Kementerian Sosial sebanyak 1.579 DTKS dan 29.672 non-DTKS dengan nilai Rp600 ribu selama tiga bulan.

"Dari Pemerintah Provinsi sebanyak 8.046 KK untuk DTKS dan 38.475 KK dengan nilai Rp500 ribu dikali empat dengan sembako setara Rp350 ribu dan uang tunai Rp150 ribu. Terakhir bantuan dari Pemkot Bogor sebanyak 19.904 KK dengan nilai Rp500 ribu dikali empat bulan," tegas Alma. (Rizki Mauludi)