Peringati May Day, KSPSI Berikan APD untuk Para Tenaga Medis

Peringati May Day, KSPSI Berikan APD untuk Para Tenaga Medis
istimewa

INILAH, Bandung - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk peringatan Hari Buruh atau May Day 2020. Mereka memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) ke sejumlah rumah sakit di Kota Bandung.

Ketua DPD KSPSI Jabar Roy Jinto mengatakan, pemberian APD ini, bertujuan untuk membantu para tenaga medis yang tengah berjuang melawan Pandemi Covid-19. Selain itu, APD juga dinilai sangat dibutuhkan untuk saat ini oleh para tenaga medis.

Lebih lanjut, Roy menjelaskan APD yang diberikan untuk tenaga medis tersebut merupakan hasil sumbangan para pengurus KSPSI di Jawa Barat. Hasilnya, KSPSI berhasil mengumpulkan sebanyak 160 APD dan pelindung wajah.

"Kita sama temen-temen semua menyumbang dan ada bantuan dari pengurus pusat juga, untuk membeli APD yang kemudian langsung kita serahkan. Ini aksi kami, dalam memperingati May Day kali ini, ditengah pandemi," ucap Roy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2020).

"Kita bagi 50 di RS Al-Islam dan 50 APD di RS Ujungberung dan 60 APD di BPSDM Jabar yang dijadikan sebagai tempat isolasi COVID-19," sambung Roy.

Selain APD, Roy mengatakan pihaknya juga sebelumnya telah menyalurkan hand sanitizer dan masker, di berbagai tempat. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan May Day tahun ini.

"Memang May Day ini puncaknya adalah APD dan sebelumnya kita juga ada pemberian hand sanitizer dan masker yah," ucapnya.

Terkait soal aksi lainnya dalam peringatan May Day ini, Roy menyebutkan selain bakti sosial pihaknya juga menggelar aksi tanpa massa serentak di di 27 kota/kabupaten di Jabar.

Aksi yang dimaksud yakni dengan memasang spanduk berisi tuntutan di tiap perusahaan. Adapun isi spanduk tersebut diantaranya menolak Omnibus Law yang mengatur mengenai THR 2020.

"Kita juga menuntut perusahaan untuk tidak memanfaatkan pandemi corona, untuk melakukan pemutusan hubungan kerja, terhadap para buruh," pungkas Roy. (Ridwan Abdul Malik)