Kemitraan RI Dinilai Perlu Fokus ke Negara Nontradisional Pasca-Covid

Kemitraan RI Dinilai Perlu Fokus ke Negara Nontradisional Pasca-Covid
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani. (antara)

INILAH, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menilai bahwa kemitraan ekonomi Indonesia perlu fokus pada negara nontradisional, di antaranya Peru, Chili, Polandia, Kolombia, dan Kanada.

“Negara-negara tersebut memiliki optimisme yang lebih untuk melakukan pemulihan pasca-pandemi Covid-19,” kata Shinta Kamdani pada Webinar bertajuk ‘Smart Economic Partnership: Potentials for Cooperation between Indonesia and The American and European Region’ di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, selain Indonesia tetap fokus pada negara-negara tradisional dalam kemitraan ekonomi seperti Amerika Serikat dan Inggris, Indonesia juga perlu memusatkan perhatian pada negara-negara nontradisional yang disebutkan.

Selain itu, CEO Sintesa Group tersebut memaparkan strategi yang diusulkan untuk memanfaatkan potensi pasar global terkait pandemi yang terjadi di Indonesia.

Pertama yaitu memastikan peningkatan signifikan iklim bisnis dan investasi nasional melalui Rancangan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Kemudian, memastikan fasilitas dan keterbukaan bisnis dengan semua mitra bisnis. Lalu, memprioritaskan keterlibatan dengan mitra bisnis yang telah berhasil mengatasi pandemi. “Yang terakhir adalah memberi perhatian pada pasar non tradisional seperti yang tadi saya sampaikan,” kata Shinta. (antara)