Polo Air Jabar Rasakan Dampak Besar dengan Penundaan PON XX di Papua

Polo Air Jabar Rasakan Dampak Besar dengan Penundaan PON XX di Papua
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Cabang olahraga Polo Air Jawa Barat merasakan dampak besar dengan penundaan penyelenggaraan PON XX di Papua. Tak hanya persiapan teknis, namun juga mempengaruhi psikis dan performa atlet.

Terlebih, penyelenggaraan multievent empat tahunan itu mundur cukup jauh. Semula akan digelar Oktober-November 2020, kini direncanakan dihelat Juli-Agustus 2021.

Keputusan penundaan itu berdasarkan surat yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Papua sebagai Pengurus Besar PON (PB PON) 2020. Dalam surat tersebut dijelaskan kesulitan yang didapat terkait pembangunan venue selama pandemi virus Corona (Covid-19).

"Yang membuat sedikit kecewa karena pemain polo air putra Jabar sedang dalam performa yang bagus di tahun ini. Karena mayoritas pemain polo air putra Jabar adalah pemain yang bermain di partai final Pra PON XX tahun 2019 melawan DKI Jakarta," ungkap pelatih PON Polo Air putra Jabar, Rangga Wisnu Wardana di Sekretariat PRSI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (1/5/2020).

Rangga mengatakan tidak ada cara lain selain merancang ulang program latihan. Sebab cabang olahraga polo air berbeda dengan cabang olahraga lainnya.

"Yang harus dirancang ulang itu dari periodisasi latihan. Karena berkaitan dengan peak performa yang diinginkan pada saat nanti bertanding di PON XX Papua. Saat uji coba dengan club Japan dan bertanding di Pra PON hasilnya sangat positif. Dengan kondisi seperti ini kolam yang sering digunakan untuk berlatih juga harus ditutup," bebernya.

Sebelum pandemi Covid-19, pihaknya telah mengundang klub Bourbound Water Polo Japan pada 4-11 Desember 2019 lalu. Ini merupakan satu di antara klub polo air terkuat di Asia.

"Sekarang kita harus membuat schedule ulang jadwal try out dengan beberapa club polo air di Jepang yang rencananya bulan September mendatang," tuturnya.

Asisten Pelatih Tim PON Polo Air Putra Jabar, Otep Baskara menambahkan di tengah pandemi Covid-19, proses latihan akan tetap dilakukan secara mandiri. Seperti latihan teknik dengan bola khusus polo air dan fisik dengan banyak variasi latihan daya tahan seperti kekuatan dan kecepatan.

"Latihan teknik menggunakan bola dengan passing, hand grip dan ball feeling yang memang banyak berkaitan dengan bola supaya tidak hilang feeling touch," katanya.

Sementara latihan fisik, Otep mengatakan ada beberapa metode latihan. Di antaranya dengan menggunakan latihan Tabata dan menggunakan alat bantu seperti loop band dan resistance band yakni gabungan latihan kekuatan dan daya tahan.

"Ada pula latihan koordinasi tangan, pinggang dan kaki yang sangat penting bagi pemain polo air putra kami asah terus gerakan ini kami genjot terus agar nanti pada saat latihan di air tidak kaku dan terbiasa dalam melakukan," tutup Otep. (muhammad ginanjar)