Perjalanan Dari Jakarta ODP Covid-19 di Garut Meninggal

Perjalanan Dari Jakarta ODP Covid-19 di Garut Meninggal

INILAH, Garut,- Kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Garut kembali bertambah dengan meninggalnya seorang pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) asal Kecamatan Malangbong.


Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat, pasien lelaki berusia 44 tahun itu memiliki riawayat perjalanan dari Jakarta. Dia diketahui memiliki penyakit penyerta yakni radang paru-paru kronis serta diduga mengalami peradangan pada bagian selaput otak.


"Jenazah saat ini telah mendapatkan penanganan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan terkait Covid-19," yakin Ricky, Sabtu (2/5) petang.


Dengan demikian, jumlah ODP di Garut meninggal dunia hingga kini bertambah menjadi sebanyak 12 orang. Total kasus ODP sendiri mencapai sebanyak 2.407 kasus. Sebanyak 128 orang di antaranya masih pemantauan, 13 orang dalam perawatan, dan 2.266 orang dinyatakan selesai pemantauan.


Selain satu kasus ODP meninggal, lanjutnya, pada hari bersamaan, ditemukan juga seorang reaktif Covid-19 berjenis kelamin laki-laki berusia 44 asal Kecamatan Selawi. Dia merupakan satu di antara 54 orang tanpa gejala (OTG) yang dilakukan tes cepat (rapid test) berkaitan pelaksanaan tracing dan tracking di wilayah kecamatan yang terdapat satu kasus positif Covid-19 tersebut.


"Pasien reaktif Covid-19 ini sekarang sedang dalam tahap penjemputan untuk diisolasi di fasilitas kesehatan yang ditunjuk Pemda Garut," kata Ricky.


Tracing dan tracking juga dilaksanakan di Kecamatan Cisurupan menyusul ditemukannya seorang pasien positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Dari sebanyak 138 orang dilakukan tes cepat, tak satu pun ditemukan reaktif.


Akan tetapi sebanyak 27 orang di antaranya terbilang memiliki kontak dekat dengan pasien positif Covid-19 diambil sampel swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR di laboratorium rujukan di Bandung.
Kasus positif Covid-19 masih berjumlah 11 orang. Sebanyak 8 orang dalam perawatan di rumah sakit, 1 orang menjalani isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 orang dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal.


Kasus PDP mencapai sebanyak 52 orang. Sebanyak 7 orang sedang dalam perawatan dan 45 kasus selesai pengawasan dengan sebanyak 11 orang di antaranya meninggal.
 

Sedangkan kasus OTG mencapai sebanyak 731 orang. Sebanyak 442 orang di antaranya masih dalam tahap observasi dan 289 orang lainnya selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.(zainulmukhtar)