Kasus Positif Covid-19 Sumsel Mengalami Fase Naik

Kasus Positif Covid-19 Sumsel Mengalami Fase Naik

INILAH, Palembang, - Kasus positif COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan masih tercatat 156 kasus per 2 Mei 2020 atau tidak ada penambahan, namun gugus tugas setempat menyebut wilayah tersebut sedang mengalami fase naik.

"Tidak ada tambahan kasus hari ini bukan artinya mulai menurun, tapi justru mulai naik sejalan dengan PDP yang terus bertambah," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri di Palembang, Sabtu. 

Fase naik juga turut didongkak dari terus munculnya kasus positif di kabupaten/kota karena gugus tugas daerah masih melakukan penelusuran kontak dari kasus-kasus positif terutama di daerah dengan temuan transmisi lokal.

Pihaknya mensinyalir kemungkinan tambahan kasus karena masih terdapat 710 sampel dari Sumsel yang sedang diperiksa BBLK Palembang di mana 75 persen sampel tersebut berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) kontak erat dengan kasus positif.

Meski diperkirakan bertambah, kata dia, penyebaran COVID-19 di Sumsel secara umum masih terkendali selama masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah terkait protokol pencegahan, seperti jaga jarak dan menggunakan masker.

"Kami berupaya menemukan kasus positif sebanyak mungkin agar orangnya cepat dikarantina, dan sepanjang orang-orang positif itu tidak keluar rumah maka insya Allah penyebaranya akan berhenti," jelas Yusri.

Penelusuran gugus tugas juga didukung dengan kemampuan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang yang sudah mampu memeriksa 200 spesimen per hari meski harus ikut mengantre dengan empat provinsi lainnya, yakni Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung.

Sementara sebaran COVID-19 Sumsel per 2 Mei, Kota Palembang (zona merah) mencatatkan 90 kasus, disusul Lubuklinggau (zona kuning) 15 kasus, Prabumulih (zona merah) 12 kasus dan OKU (zona merah) 10 kasus.

Sedang kasus lainnya tersebar di 9 wilayah zona kuning, yakni Ogan Komering Ilir (6), Banyuasin (6), Ogan Ilir (4), Musi Rawas (3), Muara Enim (2) , Musi Banyuasin (1), Pagaralam (1), Lahat (1), Muratara (1), dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel (4).

Dari 156 kasus tersebut, 29 orang dinyatakan sembuh dan empat kasus telah meninggal dunia.